SPPG Garda Terdepan Membangun Ketahanan Gizi dan Ekonomi Kerakyatan
Senin, 30 Maret 2026 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
Fernando menegaskan, pihaknya berdiri di samping para mitra untuk memastikan tantangan birokrasi dan hambatan teknis tidak mematahkan semangat pengabdian mereka.
Lihat video: Prabowo Cek Pemeriksaan Food Safety yang Jadi Pembeda di SPPG Polri
"Dalam kacamata kami, investasi ini adalah oase ekonomi bagi akar rumput. Jauh sebelum piring makanan sampai ke meja siswa, investasi mandiri ini telah menjadi mesin penyerap tenaga kerja yang luar biasa," ungkapnya.
Fernando menyebutkan, ribuan arsitek, instalatur, tukang bangunan, hingga jasa pengangkutan lokal bergerak dalam satu napas pembangunan selama 60 hari kerja.
"Penyerapan tenaga kerja formal dan informal ini memberikan dampak instan pada daya beli masyarakat desa. Warung-warung lingkungan dan pedagang kaki lima di sekitar lokasi pembangunan merasakan langsung tetesan ekonomi dari aktivitas ini. Inilah manifestasi nyata dari ekonomi kerakyatan, uang negara belum keluar, namun ekonomi rakyat sudah berputar kencang melalui inisiatif mandiri," katanya.
Memasuki fase operasional, tantangan sesungguhnya adalah menjaga ekosistem lokal agar tetap berdaya. Fernando menyatakan ARUN secara aktif mendampingi yayasan agar mampu merangkul petani, peternak, dan UMKM sebagai pemasok utama bahan baku.
”Kami menekankan SPPG harus menjadi pembeli siaga yang memangkas rantai distribusi panjang, sehingga keuntungan tidak lagi lari ke tengkulak, melainkan menetap di kantong para produsen pangan lokal. Di dapur-dapur SPPG, para relawan dan tenaga kerja lokal bukan sekadar pelaksana, mereka adalah jantung dari program ini yang mendapatkan insentif layak sekaligus peningkatan martabat sosial," tegas Fernando.
Lihat video: Prabowo Cek Pemeriksaan Food Safety yang Jadi Pembeda di SPPG Polri
"Dalam kacamata kami, investasi ini adalah oase ekonomi bagi akar rumput. Jauh sebelum piring makanan sampai ke meja siswa, investasi mandiri ini telah menjadi mesin penyerap tenaga kerja yang luar biasa," ungkapnya.
Fernando menyebutkan, ribuan arsitek, instalatur, tukang bangunan, hingga jasa pengangkutan lokal bergerak dalam satu napas pembangunan selama 60 hari kerja.
"Penyerapan tenaga kerja formal dan informal ini memberikan dampak instan pada daya beli masyarakat desa. Warung-warung lingkungan dan pedagang kaki lima di sekitar lokasi pembangunan merasakan langsung tetesan ekonomi dari aktivitas ini. Inilah manifestasi nyata dari ekonomi kerakyatan, uang negara belum keluar, namun ekonomi rakyat sudah berputar kencang melalui inisiatif mandiri," katanya.
Memasuki fase operasional, tantangan sesungguhnya adalah menjaga ekosistem lokal agar tetap berdaya. Fernando menyatakan ARUN secara aktif mendampingi yayasan agar mampu merangkul petani, peternak, dan UMKM sebagai pemasok utama bahan baku.
”Kami menekankan SPPG harus menjadi pembeli siaga yang memangkas rantai distribusi panjang, sehingga keuntungan tidak lagi lari ke tengkulak, melainkan menetap di kantong para produsen pangan lokal. Di dapur-dapur SPPG, para relawan dan tenaga kerja lokal bukan sekadar pelaksana, mereka adalah jantung dari program ini yang mendapatkan insentif layak sekaligus peningkatan martabat sosial," tegas Fernando.
Lihat Juga :