Seni Berkomunikasi 'Soft Rejection' untuk Kesehatan Mental

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:30 WIB
loading...
A A A
Dari sudut pandang ini, soft rejection dapat dilihat sebagai usaha Ego yang sehat untuk berfungsi secara adaptif. Itu merupakan bentuk negosiasi sadar antara Superego yang mengharuskan kesempurnaan sosial dan Id yang membutuhkan perlindungan diri. Penelitian Nuryani dan Lindasari (2025) tentang kecerdasan emosional dan refusal skills pun sejalan, karena kecerdasan emosional pada dasarnya adalah kemampuan Ego mengelola konflik internal tersebut secara bijaksana.

Sutanto dan Pratiwi (2022) dalam buletin konsorsium psikologi juga menekankan bahwa kemampuan membuat batasan, termasuk melalui penolakan yang penuh empati, merupakan elemen terpenting dalam menjaga kesehatan mental di tengah tekanan sosial yang besar. Dengan begitu, soft rejection adalah sebuah pendekatan yang berakar pada kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara relasi sosial dan kesejahteraan pribadi.

Nah, mengapa kita sulit untuk berkata ‘tidak’? Sebelum memahami hal tersebut, kita harus mengetahui akar masalah mengapa kita berperilaku demikian kepada orang lain. Keengganan menolak sering kali bersumber dari beberapa hal, seperti FOMO (Fear of Missing Out), keinginan untuk diterima dalam lingkungan sosial, atau pola asuh yang mengajarkan bahwa membantu orang lain adalah kewajiban utama. Akibatnya, ketika ada ajakan yang tidak sesuai dengan kemampuan atau keinginan, yang muncul bukan penolakan, melainkan rasa bersalah.

Padahal, jika kita memaksakan diri untuk selalu berkata ‘ya’ dapat berakibat pada kelelahan fisik dan mental yang berkepanjangan. Dalam artikel yang dipublikasikan di Emotion oleh Gross dan John (2003), disebutkan bahwa penekanan terhadap ekspresi emosi secara berkelanjutan merupakan suatu bentuk penolakan terhadap diri emosional yang berkaitan dengan peningkatan stres fisik dan penurunan fungsi sosial.

Soft rejection berbeda dengan sekadar mengabaikan pesan atau mengatakan ‘tidak’ secara tiba-tiba. Ini disebut seni karena memerlukan kemampuan merangkai kata, membaca situasi, serta menyeimbangkan antara ketegasan dan empati. Seni ini menekankan pada kejelasan yang disertai dengan rasa hormat, sehingga hubungan tetap terjaga, perasaan lawan bicara tidak terluka, dan batasan pribadi tetap dipertahankan.

Penelitian Freedman, Williams, dan Beer (2016) dalam Frontiers in Psychology menguatkan hal ini dengan menunjukkan bahwa penolakan yang jelas dan responsif lebih menguntungkan daripada penolakan yang tidak jelas atau sekadar diabaikan, karena dapat menjaga kebutuhan emosional kedua pihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Wujudkan Ruang Aman...
Wujudkan Ruang Aman bagi Anak, Ibu-Ibu di Bajawa Dibekali Edukasi Pengasuhan dan Kesehatan
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Psikologi demi Anak dan Sembuhkan Luka Masa Lalu
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved