Gagasan Buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya Diluncurkan

Senin, 16 Maret 2026 - 20:29 WIB
loading...
Gagasan Buku Lanskap...
Peluncuran gagasan buku berjudul Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya: Menuju Visi Pendidikan Indonesia 2045. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Adidaya Foundation (Adyatama Indonesia Digdaya) meluncurkan gagasan buku berjudul Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya: Menuju Visi Pendidikan Indonesia 2045 dalam sebuah acara di Gedung BPMP DKI Jakarta. Buku ini merupakan kumpulan gagasan strategis yang menawarkan arah transformasi pendidikan nasional untuk menghadapi tantangan masa depan.

Peluncuran gagasan buku tersebut dilakukan bersamaan dengan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Tantan Hermansyah (Penasihat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ), Beryana Evridawati (Penanggung Jawab Tata Kelola Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), serta Fahri Faturahman dan Aufar Abdul Aziz yang juga merupakan tim penulis buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya. Acara ini turut dihadiri Pembina Adidaya Foundation Ilham Nurhidayatullah, Pengawas Adidaya Foundation Sholahudin Hasan, dan Ketua Adidaya Foundation Budi Ramadhan Ritonga.

Dalam sambutannya, Ketua Adidaya Foundation Budi Ramadhan Ritonga mengatakan, lembaganya memiliki dua misi utama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pendidikan dan ekonomi "Kedua elemen ini terus kami perjuangkan agar gerakan Adidaya dapat terus berkembang," ujar Budi dalam acara yang digelar Minggu (15/3/2026) tersebut.

Baca Juga: Tingkatkan Akses Pendidikan Tinggi, UI Kembangkan Pendidikan Berbasis Siber

Dua penulis buku, Fahri Faturahman dan Aufar Abdul Aziz, turut memaparkan pokok-pokok pemikiran yang menjadi dasar penyusunan buku tersebut. Menurut Fahri, buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya disusun sebagai upaya merumuskan peta jalan transformasi pendidikan Indonesia agar mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.

"Buku ini mencoba memotret kondisi pendidikan nasional sekaligus menawarkan paradigma baru agar pendidikan tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga membangun manusia Indonesia yang utuh," ujar Fahri.

Aufar Abdul Aziz menjelaskan bahwa gagasan dalam buku tersebut lahir dari kegelisahan terhadap berbagai persoalan pendidikan nasional, mulai dari ketimpangan akses pendidikan hingga tantangan transformasi digital di sekolah.

Buku tersebut menawarkan sejumlah pendekatan strategis dalam pembaruan pendidikan, seperti penguatan literasi kontekstual, digitalisasi pendidikan berbasis nilai, serta pengembangan model sekolah yang adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat, termasuk sekolah pesisir, sekolah alam, hingga cyber schooling.

Dalam kesempatan yang sama, Beryana Evridawati dari Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong transformasi pendidikan nasional untuk menyiapkan Generasi Emas 2045. Menurutnya, pendidikan tidak hanya menjadi hak konstitusional warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 31, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan nasional yang menentukan daya saing bangsa di masa depan.



"Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, sekaligus memiliki karakter yang kuat," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah juga tengah memperkuat berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kompetensi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG), digitalisasi pembelajaran, hingga pengembangan literasi teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved