Giliran Mantan Dubes Ramai-ramai Kumpul di Rumah Jusuf Kalla, Ada Apa?
Kamis, 12 Maret 2026 - 22:35 WIB
loading...
Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menggelar pertemuan dengan sejumlah mantan duta besar (Dubes) pada Kamis (12/3/2026) malam. Foto: Danandaya Arya Putra
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menggelar pertemuan dengan sejumlah mantan duta besar (Dubes) pada Kamis (12/3/2026) malam. Pertemuan ini berlangsung di rumah pribadi JK, Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dari pantauan SindoNews, tampak para mantan dubes telah berkumpul di sebuah ruang rumah JK. Dengan kemeja batik bercorak bunga, JK pun telah bersama mereka untuk melangsungkan diskusi.
Pertemuan tersebut disebut berkaitan dengan perkembangan situasi geopolitik yang terjadi belakangan ini. Para mantan dubes itu ingin mendapatkan masukan dan pandangan langsung dari JK terkait dinamika global saat ini.
Baca juga: Sejumlah Tokoh Sowan ke JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik
Adapun, para mantan Dubes yang hadir yakni Dubes RI untuk PBB di Jenewa Makarim Wibisono, mantan Dubes RI untuk Kamboja Nazaruddin Nasution, mantan Dubes RI untuk Tiongkok dan Australia Imron Cotan, mantan Dubes RI untuk Britania Raya Hamzah Thayeb, mantan Dubes RI untuk Republik Bulgaria merangkap Republik Albania Bunyan Saptomo.
Lalu, mantan Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf, mantan Dubes RI untuk Spanyol Wieke Adiyatwidi Adiwoso, mantan Dubes RI untuk Ethiopia Al Busyra Basnur, mantan Dubes RI untuk Kenya Hery Saripudin, serta pengamat hubungan internasional Dinna Prapto Raharja.
Sebelumnya, sejumlah tokoh nasional menggelar pertemuan dengan JK pada Sabtu (7/3/2026). Pertemuan ini menjadi titik temu bagi para aktivis, akademisi, birokrat, hingga pengusaha untuk membedah arah bangsa dan menyuarakan kegelisahan atas krisis kepemimpinan yang tengah melanda Tanah Air.
Salah satu inisiator pertemuan, Sudirman Said menegaskan bahwa diskusi ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap merosotnya standar moral pemimpin. Sebagai sosok yang telah tiga dekade berkecimpung di dunia pengajaran kepemimpinan, Rektor Universitas Harkat Negeri ini melihat adanya kekosongan fatal pada aspek kepemimpinan intrinsik.
"Yang hilang adalah kepemimpinan intrinsik, kepemimpinan yang didasari oleh nilai-nilai luhur seperti integritas, visi, kompetensi, wisdom, dan kapasitas menggerakkan perbaikan," ujar Sudirman Said dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa kehadiran para tokoh ini bertujuan menyambungkan kembali sanubari kekuasaan dengan etika.
Dari pantauan SindoNews, tampak para mantan dubes telah berkumpul di sebuah ruang rumah JK. Dengan kemeja batik bercorak bunga, JK pun telah bersama mereka untuk melangsungkan diskusi.
Pertemuan tersebut disebut berkaitan dengan perkembangan situasi geopolitik yang terjadi belakangan ini. Para mantan dubes itu ingin mendapatkan masukan dan pandangan langsung dari JK terkait dinamika global saat ini.
Baca juga: Sejumlah Tokoh Sowan ke JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik
Adapun, para mantan Dubes yang hadir yakni Dubes RI untuk PBB di Jenewa Makarim Wibisono, mantan Dubes RI untuk Kamboja Nazaruddin Nasution, mantan Dubes RI untuk Tiongkok dan Australia Imron Cotan, mantan Dubes RI untuk Britania Raya Hamzah Thayeb, mantan Dubes RI untuk Republik Bulgaria merangkap Republik Albania Bunyan Saptomo.
Lalu, mantan Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf, mantan Dubes RI untuk Spanyol Wieke Adiyatwidi Adiwoso, mantan Dubes RI untuk Ethiopia Al Busyra Basnur, mantan Dubes RI untuk Kenya Hery Saripudin, serta pengamat hubungan internasional Dinna Prapto Raharja.
Sebelumnya, sejumlah tokoh nasional menggelar pertemuan dengan JK pada Sabtu (7/3/2026). Pertemuan ini menjadi titik temu bagi para aktivis, akademisi, birokrat, hingga pengusaha untuk membedah arah bangsa dan menyuarakan kegelisahan atas krisis kepemimpinan yang tengah melanda Tanah Air.
Salah satu inisiator pertemuan, Sudirman Said menegaskan bahwa diskusi ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap merosotnya standar moral pemimpin. Sebagai sosok yang telah tiga dekade berkecimpung di dunia pengajaran kepemimpinan, Rektor Universitas Harkat Negeri ini melihat adanya kekosongan fatal pada aspek kepemimpinan intrinsik.
"Yang hilang adalah kepemimpinan intrinsik, kepemimpinan yang didasari oleh nilai-nilai luhur seperti integritas, visi, kompetensi, wisdom, dan kapasitas menggerakkan perbaikan," ujar Sudirman Said dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa kehadiran para tokoh ini bertujuan menyambungkan kembali sanubari kekuasaan dengan etika.
(rca)
Lihat Juga :