3 WNI Hilang di Selat Hormuz, DPR: Pelaut Sipil Bukan Sasaran Perang

Minggu, 08 Maret 2026 - 14:20 WIB
loading...
3 WNI Hilang di Selat...
Anggota Komisi III DPR Mercy Chriesty Barends, mengutuk keras insiden ledakan kapal diduga terkena rudal di Selat Hormuz yang mengakibatkan 3 WNI hilang. Foto/X @MarineInsight
A A A
JAKARTA - Eskalasi tensi militer di Timur Tengah akibat perang antara AS-Israel dengan Iran kini memakan korban dari kalangan pekerja sipil lintas negara. Perairan strategis Selat Hormuz, yang menjadi urat nadi pasokan minyak dunia, mendadak berubah menjadi arena mematikan bagi pelayaran sipil. Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang setelah kapal yang mereka awaki meledak dan tenggelam di kawasan tersebut.

Tragedi ini memantik reaksi keras dari parlemen di Tanah Air. Anggota Komisi III DPR Mercy Chriesty Barends mengutuk keras setiap bentuk tindakan kekerasan yang menyasar kapal sipil di jalur pelayaran internasional. Menurutnya, serangan semacam itu adalah pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan dan hukum laut internasional yang tidak bisa dibenarkan.

Baca juga: Kapal Penarik Tanker Dirudal Iran, 3 WNI Dilaporkan Hilang

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Luar Negeri RI, insiden nahas itu menimpa tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab pada 6 Maret 2026. Kapal tersebut mengalami ledakan hebat dan kebakaran sebelum akhirnya karam di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman.



Dari empat pelaut WNI yang berada di kapal, satu orang berhasil selamat meski menderita luka bakar. Sementara tiga lainnya masih dalam pencarian intensif otoritas setempat.

Mercy menyoroti bahwa insiden berdarah ini tidak lepas dari rentetan konflik militer antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang terus memanas di kawasan Teluk Persia. Namun, ia menegaskan bahwa gesekan geopolitik negara adidaya sama sekali tidak boleh menjadikan pekerja maritim sebagai martir.

Baca juga: Ketika Publik Arab Sunni Berbalik Mengelu-elukan Iran Syiah karena Menyerang Israel

Para pelaut adalah entitas sipil yang hak asasinya dilindungi penuh oleh hukum internasional. Lebih jauh, politikus PDIP ini mengingatkan bahwa keamanan Selat Hormuz yang melayani 20 persen pasokan minyak dunia adalah tanggung jawab komunitas internasional.

Ia mendesak seluruh pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan serangan demi menjaga keselamatan setiap pelaut dari negara mana pun. Jalur perdagangan global tidak boleh dibiarkan menjadi medan tempur tanpa aturan.

Untuk penanganan krisis ini, pemerintah Indonesia didesak untuk bergerak cepat dan agresif. Mercy meminta adanya koordinasi diplomatik tingkat tinggi guna memastikan proses pencarian tiga WNI yang hilang dilakukan secara maksimal.

Hingga saat ini, belum ada satu pun pihak atau kelompok bersenjata yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan mematikan tersebut.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Rekomendasi
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Berita Terkini
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved