Kedubes Iran Kutuk Serangan AS-Israel: Ali Khamenei Gugur, Sekolah Jadi Sasaran

Minggu, 01 Maret 2026 - 18:17 WIB
loading...
Kedubes Iran Kutuk Serangan...
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi mengecam keras agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026 pagi. Foto: Instagram Doha News
A A A
BOGOR - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi mengecam keras agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026 pagi. Serangan tersebut dilaporkan menyasar lokasi sipil dan mengakibatkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran.

Dalam keterangan tertulisnya, Kedubes Iran menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan wilayah mereka, terlebih dilakukan di tengah bulan suci Ramadan.

"Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel... melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil termasuk sekolah-sekolah serta menargetkan warga Iran yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadan," bunyi pernyataan resmi Kedubes Iran yang diterima, Minggu (1/3/2026).



Pernyataan Kedubes Iran tersebut juga mengonfirmasi kabar duka mengenai wafatnya pemimpin tertinggi mereka dalam serangan tersebut. "Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau," tulis pernyataan itu.

Selain menargetkan pusat pemerintahan, serangan rudal juga dilaporkan menghancurkan fasilitas pendidikan. Kedubes Iran mengungkapkan sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total, yang menyebabkan hampir 200 anak perempuan tak berdosa meninggal dunia.

"Pada jam-jam pertama, beberapa sekolah menjadi sasaran rudal Amerika Serikat dan rezim Zionis. Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan," tulisnya.

Pihak Iran menilai klaim Amerika Serikat yang ingin membantu rakyat Iran hanyalah dalih untuk melakukan kehancuran. Mereka merujuk pada peristiwa kerusuhan Januari 2026 yang menurut mereka telah dibajak oleh kepentingan asing.

"Kini terlihat bagaimana mereka 'membantu' rakyat Iran: dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa di sekolah dasar, klub olahraga, rumah-rumah penduduk," tegas Kedubes Iran.

Dalam rilis tersebut, Kedubes Iran juga memaparkan rekam jejak panjang permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran yang sudah berlangsung selama tujuh dekade. Beberapa poin yang disoroti antara lain kudeta 1953, dukungan terhadap Saddam Hussein dalam perang delapan tahun, penembakan pesawat Airbus pada 1988, hingga pembunuhan komandan militer senior pada 2020 dan serangan fasilitas nuklir pada Juni 2025.

Menutup pernyataannya, pihak Kedutaan mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan oleh pemerintah dan rakyat Indonesia. Namun, melihat eskalasi yang terjadi, Iran mengharapkan respons yang lebih keras dari Jakarta.

Kedubes Iran menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia, serta menyambut kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan mediasi dalam konflik ini. "(Kedubes Iran) menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Rekomendasi
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Beri Dukungan untuk Nikita Mirzani Jelang Sidang PK Perdana
Berita Terkini
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved