Kabar Duka, Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia

Minggu, 01 Maret 2026 - 11:26 WIB
loading...
Kabar Duka, Ketua KPAI...
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) Margaret Aliyatul Maimunah meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026). Selain memimpin KPAI, Liya juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama.

"Keluarga Besar Komisi Perlindungan Anak Indonesia berdukacita atas berpulangnya Ibu Margaret Aliyatul Maimunah. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tulis keterangan KPAI.

Sebelumnya, kabar duka tersebut beredar melalui pesan berantai di aplikasi perpesanan yang telah dikonfirmasi kebenarannya. Almarhumah meninggalkan seorang anak dan suami.

Baca Juga: KPAI Apresiasi Puspadaya Perindo Miliki Komitmen Lindungi Perempuan dan Anak

"Innalillahi wa innailaihirajiun. Telah wafat Ning Margaret Aliyatul Maimunah (Ketua PP Fatayat NU , Ketua KPAI, dzurriyah KH Bisri Syansuri) di RS Fatmawati 1 Maret 2026 pk. 08.25 pagi ini,” demikian bunyi pesan tersebut.

Pesan itu juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhumah dengan membaca surat Al-Fatihah. "Mohon doa bagi almarhumah. Al-Fatihah," tulis pesan tersebut.

Margaret Aliyatul Maimunah merupakan Ketua Umum PP Fatahat NU masa khidmat 2022-2027 yang terpilih secara aklamasi dalam Kongres ke-16 Fatayat Nahdlatul Ulama yang digelar di Palembang pada 2022.

Dalam forum tersebut, perempuan yang akrab disapa Liya ini memperoleh dukungan mayoritas delegasi dari pimpinan wilayah dan cabang Fatayat NU se-Indonesia.

Liya merupakan putri kedua pasangan KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah. Ia juga merupakan cucu dari KH M Bisri Syansuri, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama yang dikenal sebagai ahli fikih.

Sejak kecil, Liya menempuh pendidikan di Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur, mulai dari tingkat MI, MTs, hingga MAN. Setelah lulus, ia melanjutkan studi di IAIN Sunan Ampel Surabaya yang kini menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia kemudian menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dengan mengambil Program Studi Kajian Wanita.

Aktif berorganisasi sejak muda

Minat Liya terhadap dunia organisasi sudah terlihat sejak usia muda. Saat masih bersekolah, ia aktif dalam berbagai kegiatan seperti OSIS, Pramuka, hingga olahraga.

Saat kuliah, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia pernah menjabat sebagai Ketua KOPRI PMII Putri Rayon Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 2000–2001 serta Ketua PMII Komisariat Adab Cabang Surabaya Selatan pada 2001-2002.

Ia juga aktif di Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur sebagai anggota bidang minat dan bakat pada 1999-2001 dan Bendahara II pada 2001-2002.

Karier organisasinya berlanjut saat dipercaya menjadi Sekretaris Umum PP IPPNU periode 2006-2009. Selanjutnya, Liya menjabat Ketua Umum PP IPPNU pada 2009-2012.

Saat memimpin organisasi pelajar perempuan NU tersebut, ia menginisiasi sejumlah program, di antaranya Laskar Pelajar Putri Anti Narkoba, Anti Pornografi, Anti Radikalisme, dan Anti Kekerasan, Rumah Pelajar, serta Sekolah Kebangsaan Pelajar.

Setelah itu, ia aktif di Fatayat NU dengan menjabat Wakil Koordinator Bidang Ekonomi PP Fatayat NU pada 2009-2015 dan Sekretaris Umum pada 2015-2020.

Fokus pada isu perempuan dan anak

Perempuan kelahiran 11 Mei 1979 ini dikenal memiliki perhatian besar pada isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Setelah menyelesaikan studi di Universitas Indonesia, ia bergabung dengan Women Research Institute.

Sejak masa kuliah, Liya aktif melakukan berbagai penelitian terkait perempuan dan anak, termasuk kajian tentang perempuan di pesantren yang dipoligami, pekerja perempuan di salon spa di Jakarta, hingga perempuan penderita HIV.

Selain meneliti, ia juga aktif menulis artikel dan buku mengenai isu perempuan. Salah satu artikelnya berjudul “Analisa Undang-Undang Ketenagakerjaan kaitannya dengan Perlindungan Maternalitas Buruh Perempuan” yang dimuat di majalah Egalita pada 2012.

Ia juga menulis buku berjudul “Perempuan Berdaya Nusantara Jaya: Landasan Advokasi Pemberdayaan Perempuan” yang terbit pada 2015.

Pengalaman profesional

Di luar aktivitas organisasi dan menulis, Liya juga memiliki pengalaman sebagai tenaga ahli di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.



Ia pernah menjadi Tenaga Ahli Komisi IX DPR RI pada 2008-2009. Selanjutnya, pada 2010-2014 ia menjadi Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama, sosial, penanggulangan bencana, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

Ia juga pernah menjadi Tenaga Ahli Komisi X DPR RI pada 2014-2017 yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga, serta pariwisata.

Selain itu, Liya juga sesekali mengajar di almamaternya, Universitas Indonesia, khususnya pada Program Studi Kajian Wanita dengan materi metodologi feminis dan pengalaman penelitian perempuan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Agum Gumelar: Biar Wajahnya Garang, tapi Humanis
Prabowo Beri Penghormatan...
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Ryamizard Ryacudu
Prabowo Tiba di Kantor...
Prabowo Tiba di Kantor Kemhan Jelang Upacara Persemayaman Ryamirzad Ryamizard Ryacudu
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin...
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Pimpin Upacara Pemakaman Jenazah Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata
Ignasius Jonan Kenang...
Ignasius Jonan Kenang Sosok Ryamizard Ryacudu: Jenaka dan Rendah Hati
Sarwendah Buat Aduan...
Sarwendah Buat Aduan ke KPAI soal Nafkah Anak, Begini Tanggapan Ruben Onsu
Sarwendah Laporkan Ruben...
Sarwendah Laporkan Ruben Onsu ke KPAI Terkait Pengasuhan dan Nafkah Anak
Ini Respons KPAI usai...
Ini Respons KPAI usai Didatangi Ruben Onsu yang Adukan Polemik Hak Asuh Anak
Rekomendasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Berita Terkini
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved