AS dan Israel Serang Iran, MUI: Board of Peace Kehilangan Legitimasi
Minggu, 01 Maret 2026 - 07:20 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2/2026) Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) mengecam keras serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim menilai serangan ini membuat Board of Peace (BoP) kehilangan legitimasi.
Sudarnoto menilai, serangan ini menjadi bukti konkret Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejatinya perusak atau penghancur perdamaian. "Karena itu, BoP semakin kehilangan legitimasi moral, politik, dan bahkan hukum karena telah nyata tak berguna untuk menciptakan perdamain sejati dan apalagi keadilan," kata Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3/2026).
Sudarnoto menilai, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar menjadi seorang aktor yang telah membajak kata-kata 'perdamaian' justru untuk ambisi hegemonik dan imperialistiknya.
Baca Juga: Mantan Dubes RI Sebut Serangan Israel-Amerika ke Iran Akal-akalan Netanyahu dan Trump
"Dengan adanya serangan terhadap Iran maka Trump dengan BoP-nya tak bisa dipercaya menjadi badan yang memperjuangkan kedamaian dan kemerdekaan Palestina," kata Sudarnoto.
Dia menambahkan, agresi Amerika Serikat dan Israel ke Iran ini akan mendorong perang regional terutama di Timur Tengah. Menurutnya, hal ini memang yang dimaksudkan oleh Amerika Serikat dan Israel, sehingga Timur Tengah benar-benar lumpuh.
"Dan yang pada akhirnya Palestina dan Timur Tengah pada umumnya di bawah kendali Amerika Serikat dan Israel. Indonesia hendaknya tidak terlibat dan dengan tegas menolak segala agresi militer," tegasnya.
Baca Juga: IRGC: 200 Personel Militer AS Tewas dan Terluka dalam Serangan Balasan Iran
MUI meminta pemerintah Indonesia untuk menegakkan hukum internasional dan memperjuangkan penyelesaian damai berbasis keadilan.
"Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran adalah ancaman nyata bagi upaya memperkuat perdamaian sejati dan ketertiban dunia. Bukan saja Iran yang telah dikorbankan oleh ambisi hegemonik-imperialistik Israel-Amerika," ujarnya.
Sudarnoto menilai, serangan ini juga berdampak kepada kawasan Teluk, bahkan dunia lain terkena dampak negatif dan destruktif. Sudarnoto menegaskan, serangan ini menjadi konfigurasi geopolitik yang lebih besar, di mana Israel dan Amerika Serikat adalah pihak yang harus bertanggung jawab.
Menurutnya, serangan ini jelas merupakan upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, bahkan menghalangi dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina.
"Jadi, ini cara untuk melakukan tekanan politik agar dominasi regional Israel atas Palestina benar-benar bisa terjamin," tegasnya.
Sudarnoto menilai, serangan ini menjadi bukti konkret Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejatinya perusak atau penghancur perdamaian. "Karena itu, BoP semakin kehilangan legitimasi moral, politik, dan bahkan hukum karena telah nyata tak berguna untuk menciptakan perdamain sejati dan apalagi keadilan," kata Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3/2026).
Sudarnoto menilai, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar menjadi seorang aktor yang telah membajak kata-kata 'perdamaian' justru untuk ambisi hegemonik dan imperialistiknya.
Baca Juga: Mantan Dubes RI Sebut Serangan Israel-Amerika ke Iran Akal-akalan Netanyahu dan Trump
"Dengan adanya serangan terhadap Iran maka Trump dengan BoP-nya tak bisa dipercaya menjadi badan yang memperjuangkan kedamaian dan kemerdekaan Palestina," kata Sudarnoto.
Dia menambahkan, agresi Amerika Serikat dan Israel ke Iran ini akan mendorong perang regional terutama di Timur Tengah. Menurutnya, hal ini memang yang dimaksudkan oleh Amerika Serikat dan Israel, sehingga Timur Tengah benar-benar lumpuh.
"Dan yang pada akhirnya Palestina dan Timur Tengah pada umumnya di bawah kendali Amerika Serikat dan Israel. Indonesia hendaknya tidak terlibat dan dengan tegas menolak segala agresi militer," tegasnya.
Baca Juga: IRGC: 200 Personel Militer AS Tewas dan Terluka dalam Serangan Balasan Iran
MUI meminta pemerintah Indonesia untuk menegakkan hukum internasional dan memperjuangkan penyelesaian damai berbasis keadilan.
"Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran adalah ancaman nyata bagi upaya memperkuat perdamaian sejati dan ketertiban dunia. Bukan saja Iran yang telah dikorbankan oleh ambisi hegemonik-imperialistik Israel-Amerika," ujarnya.
Sudarnoto menilai, serangan ini juga berdampak kepada kawasan Teluk, bahkan dunia lain terkena dampak negatif dan destruktif. Sudarnoto menegaskan, serangan ini menjadi konfigurasi geopolitik yang lebih besar, di mana Israel dan Amerika Serikat adalah pihak yang harus bertanggung jawab.
Menurutnya, serangan ini jelas merupakan upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, bahkan menghalangi dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina.
"Jadi, ini cara untuk melakukan tekanan politik agar dominasi regional Israel atas Palestina benar-benar bisa terjamin," tegasnya.
(zik)
Lihat Juga :