Marcella Santoso Merasa Jadi Korban 'Parasit' Sistem Peradilan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:49 WIB
loading...
Marcella Santoso Merasa...
Marcella Santoso memberikan keterangan kepada media usai sidang pembacaan duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Advokat Marcella Santoso mengaku sebagai korban dari praktik yang ia istilahkan sebagai "parasit" dalam sistem peradilan di Indonesia. Terdakwa kasus dugaan suap terhadap hakim dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu meminta negara memberikan perlindungan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi rekan-rekan advokat dan generasi penerus profesi tersebut.

Hal itu disampaikan Marcella Santoso dalam dupliknya yang dibacakan pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026). "Saya tadi berkata bahwa saya adalah korban dari parasit. Jadi jangan saya yang dibumi-hanguskan. Kalau saya dibumi-hanguskan, parasitnya akan berpindah," katanya kepada awak media setelah agenda sidang.

Menurut Marcella, advokat merupakan profesi yang rentan terhadap tekanan, terutama ketika bersinggungan dengan perkara besar. Ia berharap ada mekanisme perlindungan yang memadai agar advokat dapat bekerja secara independen dan terbebas dari praktik mafia peradilan.

Menanggapi pertanyaan apakah dirinya merasa dikorbankan, Marcella menyatakan telah memilih untuk mengampuni dan mengikhlaskan situasi yang dihadapinya. "Tuhan yang akan menjawab," ujarnya singkat.

Terkait perkara lain yang disebut berkaitan dengan perlindungan penyidikan, Marcella menyatakan belum dapat memberikan penjelasan rinci karena perkara tersebut belum memasuki tahap persidangan. Ia menekankan bahwa penilaian terhadap suatu perkara seharusnya bertumpu pada fakta persidangan, bukan pada pembentukan opini di ruang publik.

Marcella juga menyinggung adanya framing yang menurutnya menggambarkan seolah-olah dirinya ingin memunculkan citra Indonesia sebagai negara yang buruk. Ia membantah keras anggapan tersebut.

"Saya juga putri bangsa. Pada tahun 1998 saya punya pilihan untuk pergi, tetapi saya tetap di Indonesia dan tidak punya hati untuk meninggalkan Indonesia," tuturnya.

Marcella menegaskan komitmennya terhadap Indonesia. Ia Marcella membantah narasi yang menyebut dirinya ingin merusak citra negara dan menegaskan tetap mencintai Tanah Air.

"Saya sangat cinta Indonesia. Jadi tidak ada Indonesia gelap. Saya tidak pernah ingin menghancurkan Indonesia," ujarnya.

Dalam duplik tersebut, Marcella turut menyampaikan gagasannya mengenai pembenahan sistem pendaftaran tanah di Indonesia, khususnya terkait tanah sengketa. Ia menilai tanah adat dan aturan adat perlu diakomodasi dan dijembatani dalam hukum positif agar tidak terus menimbulkan konflik.

"Saya berharap Tuhan masih memberi saya kesempatan untuk memahami kepentingan tersebut,” kata Marcella.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan pada waktu yang akan ditetapkan kemudian oleh majelis hakim pada pekan depan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Rekomendasi
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved