AS dan Israel Serang Iran, DPR: Waspadai Perang Regional

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:50 WIB
loading...
AS dan Israel Serang...
Kantor pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei jadi target serangan Israel dan AS. Foto/X/@QudsNen
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai tindakan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang membombardir Iran merupakan serangan serius dan mengganggu proses diplomasi yang tengah berlangsung. Menurutnya, serangan itu berpotensi memunculkan perang regional.

"Ini serangan serius dan berpotensi mengganggu proses diplomasi yang berlangsung," ujar Sukamta saat dihubungi, Sabtu (28/2/2026).

Legislator dari Fraksi PKS ini memperkirakan sejumlah kemungkinan dampak serangan AS dan Israel ke Iran . Menurutnya, Iran berpotensi membalas serangan rudal AS.

Baca Juga: Israel dan AS Lancarkan Serangan ke Iran

"Bisa diduga Iran akan membalas, tapi bentuk dan intensitasnya belum jelas. Balasan bisa berupa serangan misil, drone, atau operasi proxy melawan kepentingan Israel dan sekutunya," ujar Sukamta.

Menurut Sukamta, perlu diwaspadai potensi meluasnya konflik. Ia memperkirakan, konflik bisa berkembang menjadi perang regional.

"Yang perlu diwaspadai, kemungkinan eskalasi lebih luas. konflik ini bisa berkembang menjadi perang regional jika negara lain (baik sekutu Iran maupun sekutu Israel) terlibat secara langsung," ucap Sukamta.

Jika perang regional terjadi, kata Sukamta, pasti akan berdampak pada ekonomi global. "Setiap ketegangan di Timur Tengah bisa berdampak pada pasar energi dunia, investor global, dan jalur perdagangan."

Sukamta mengatakan, Indonesia bersama OKI perlu mencegah meluasnya konflik. Ia juga mengimbau seluruh pihak menahan diri, terkhusus Israel.

"RI bersama OKI perlu mencegah terjadinya eskalasi supaya tidak menjadikan ini konflik lebih luas. Sebaiknya semua pihak menahan diri, Israel perlu menghentikan agresivitasnya," tegas Sukamta.



Diketahui, AS-Israel melancarkan serangan ke Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). Kepulan asap terlihat membubung di pusat kota tersebut. Media Iran melaporkan, serangan pertama menargetkan lokasi di Kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan serangan terhadap Iran merupakan operasi militer gabungan AS dengan Israel. Militer Israel menyatakan keadaan darurat dan meminta warga untuk segera menuju tempat perlindungan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Rekomendasi
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved