Penangkapan Ketua PN Depok oleh KPK Bukti Sistem Hukum Masih Lemah

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:01 WIB
loading...
Penangkapan Ketua PN...
Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 Rudy Darsono menyatakan penangkapan Ketua PN Depok dalam OTT KPK, beberapa waktu lalu membuktikan sistem peradilan khususnya sistem hukum Indonesia masih lemah. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Penangkapan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu membuktikan sistem peradilan khususnya sistem hukum Indonesia masih lemah. Ada celah untuk melakukan tindak korupsi bahkan oleh penegak hukum sendiri.

"Selama sistem hukum kita masih seperti ini, sistem peradilan kita, undang-undang kita masih seperti ini, efek jera hanya omong kosong," ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 Rudy Darsono, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: KPK Geledah PN Depok dan Rumah Dinas Ketua PN, Uang USD50 Ribu Disita

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sudah sangat tegas memerintahkan KPK, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan semua untuk bergerak cepat melakukan pembersihan besar-besaran dari kejahatan perdagangan hukum dan perdagangan ekonomi. Sebab, keduanya ini adalah indeks yang sangat tinggi dalam mengangkat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

"Jual beli hukum dan kewenangan ini sudah sangat masif. Jadi kita harus mulai membuka diri menerima saran dari luar supaya ke depan kita bisa masuk lagi ke dalam dunia global. Tidak seperti sekarang kapital market yang sekarang ini asing mulai menarik diri," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, IPK atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia berada di angka 34 pada tahun 2025. Hal ini harus menjadi perhatian serius karena hasil IPK ini berbanding terbalik dengan sikap Prabowo gencar menekan angka korupsi.

IPK Indonesia mengalami penurunan yang cukup drastis, bahkan Timor Leste bisa memperbaiki diri begitu cepat. Sekarang IPK mereka berada di urutan ke 44.

"Kita sama dengan negara Laos dan Aljazair. Tapi, apa mau dikata, ini kenyataan yang harus kita terima. Ini juga yang membuat kita semakin dikucilkan oleh dunia-dunia modern," ucap Rudy.

Maka itu, dia meminta Prabowo sebagai pemimpin tertinggi harus menyelesaikan permasalahan ini. "Selama sistem hukum kita seperti ini, jangan berpikir tentang penegakan hukum, tidak mungkin ada efek jera. Koruptor itu mencari kekayaan tujuh turunan. Jadi jangan berpikirnya tidak ada efek jera," ujarnya.

Untuk membuat efek jera koruptor harus dimiskinkan bukan hanya memenjarakan. Sebab, penjara tidak bisa menurunkan perbuatan korupsi.

"Korupsi dan mafia di Indonesia itu complicated mulai dari kelompok pengusaha hingga apparat penegak hukum, kita nggak bisa apa-apa," katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
KPK Pajang Ducati Noel...
KPK Pajang Ducati Noel dan Aset Mewah Lain dari Kasus K3
Rekomendasi
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Berita Terkini
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Infografis
5 Bukti Pelanggaran...
5 Bukti Pelanggaran Hukum Internasional Negara Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved