Pendataan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera Bakal Dipercepat
Senin, 23 Februari 2026 - 22:32 WIB
loading...
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Tito Karnavian bakal mempercepat pendataan untuk memastikan bantuan sampai tepat waktu kepada penyintas bencana Sumatera. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menegaskan, pihaknya bakal mempercepat pendataan untuk memastikan bantuan sampai tepat waktu kepada penyintas atau korban bencana Sumatera. Tito menyampaikan, langkah ini sangat krusial untuk mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.
"Ada beberapa hal yang agak teknis yang ingin kita selesaikan. Oleh karena itu memang perlu duduk bersama," kata Tito dalam Rapat Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Kegiatan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumatera Berlangsung 100 Persen, tapi Belum Ideal
Rapat dihadiri oleh Menko PMK Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.
Tito menekankan, kecepatan dalam proses pendataan sangat penting agar penyaluran bantuan tidak terhambat. Pemerintah telah merancang berbagai skema bantuan untuk mendukung penyintas bencana, termasuk bantuan perbaikan rumah dan bantuan pembiayaan hidup.
Bantuan perbaikan rumah terbagi ke dalam tiga ketegori yakni rumah rusak ringan mendapat bantuan Rp15 juta, rumah rusak sedang Rp30 juta, dan rumah rusak berat Rp60 juta. Bantuan itu disalurkan melalui BNPB setiap minggu.
Baca juga: 39.000 Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera Kembali Ditanami
Sementara bantuan pembiayaan hidup terdiri dari stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta dan bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta bagi korban bencana, serta bantuan jaminan hidup sebesar Rp15.000 perhari. Tito berharap, bantuan ini dapat segera diterima oleh penyintas bencana. Sehingga penyintas bencana Sumatera tidak harus berpeluh dalam menjalani Ramadan.
Dia juga mengajak pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk bekerja sama dalam mempercepat proses validasi data. Dengan langkah ini, diharapkan seluruh bantuan dapat segera diterima oleh penyintas bencana di Sumatera, memudahkan mereka dalam proses pemulihan dan mempercepat pulihnya kehidupan mereka.
"Ada beberapa hal yang agak teknis yang ingin kita selesaikan. Oleh karena itu memang perlu duduk bersama," kata Tito dalam Rapat Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Kegiatan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumatera Berlangsung 100 Persen, tapi Belum Ideal
Rapat dihadiri oleh Menko PMK Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.
Tito menekankan, kecepatan dalam proses pendataan sangat penting agar penyaluran bantuan tidak terhambat. Pemerintah telah merancang berbagai skema bantuan untuk mendukung penyintas bencana, termasuk bantuan perbaikan rumah dan bantuan pembiayaan hidup.
Bantuan perbaikan rumah terbagi ke dalam tiga ketegori yakni rumah rusak ringan mendapat bantuan Rp15 juta, rumah rusak sedang Rp30 juta, dan rumah rusak berat Rp60 juta. Bantuan itu disalurkan melalui BNPB setiap minggu.
Baca juga: 39.000 Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera Kembali Ditanami
Sementara bantuan pembiayaan hidup terdiri dari stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta dan bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta bagi korban bencana, serta bantuan jaminan hidup sebesar Rp15.000 perhari. Tito berharap, bantuan ini dapat segera diterima oleh penyintas bencana. Sehingga penyintas bencana Sumatera tidak harus berpeluh dalam menjalani Ramadan.
Dia juga mengajak pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk bekerja sama dalam mempercepat proses validasi data. Dengan langkah ini, diharapkan seluruh bantuan dapat segera diterima oleh penyintas bencana di Sumatera, memudahkan mereka dalam proses pemulihan dan mempercepat pulihnya kehidupan mereka.
(shf)
Lihat Juga :