Satu Tahun Agustina-Iswar Memimpin: Semarang Sehat, Warganya Kuat dan Terlindungi
Senin, 23 Februari 2026 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
1. Kecamatan Mijen
2. Kecamatan Tembalang
3. Kecamatan Semarang Barat
4. Kecamatan Semarang Tengah
5. Kecamatan Genuk
6. Kecamatan Gayamsari
7. Kecamatan Gunungpati
Rumah Inspirasi ini akan menjadi pusat kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pendampingan keluarga. Pemerintah juga menyusun Rancangan Peraturan Wali Kota (Raperwal) tentang pembentukan Rumah Inspirasi serta menyiapkan sistem aplikasi SIDAKSOS untuk memudahkan pendataan dan pelayanan.
"Rumah Inspirasi bukan sekadar bangunan. Ini adalah ruang harapan bagi warga yang membutuhkan pendampingan. Di sini mereka bisa belajar, berkumpul, dan mendapatkan motivasi untuk bangkit," jelas Wali Kota.
Target 2026: Makin Banyak Warga Tersentuh Layanan
Memasuki tahun ke dua, pemerintah kota tak berpuas diri. Berbagai target telah disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dan sosial:
Bidang Penanganan Stunting dan Kesehatan Ibu Anak:
· Mengembangkan Daycare dengan kapasitas 10-15 anak di 16 lokasi.
· Mengembangkan Weekcare dengan kapasitas 15 anak di 40 puskesmas.
· Menambah sasaran pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri di panti asuhan dan pondok pesantren.
· Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan balita.
· Memberikan bantuan pangan berupa beras 10 kg per keluarga per bulan selama 7 bulan kepada 805 keluarga miskin yang belum menerima bantuan.
Bidang Infrastruktur Kesehatan:
· Menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) untuk Pustu Panjang, Pustu Podorejo, dan Pustu Tanjungmas.
· Menyelesaikan Feasibility Study (FS) dan DED Puskesmas Kedungmundu dan Puskesmas Srondol.
· Melaksanakan fisik pembangunan Pustu Sendangmulyo dan DED Pustu Poncol.
· Merehabilitasi Pustu Ratu Ratih.
· Meningkatkan kompetensi 265 tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pendidikan.
Bidang Rumah Inspirasi:
· Membangun 9 Rumah Inspirasi baru di Kecamatan Semarang Utara, Semarang Selatan, Semarang Timur, Pedurungan, Ngaliyan, Tugu, Candisari, Banyumanik, dan Gajahmungkur.
· Menyusun FS (BRIDA) dan DED (Distaru) untuk pembangunan tersebut.
· Menambah sarana dan prasarana untuk 3 Rumah Inspirasi yang sudah ada (Semarang Barat, Gayamsari, Gunungpati).
· Menetapkan Raperwal dan menyusun petunjuk teknis pelaksanaan Rumah Inspirasi.
· Melakukan penguatan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan secara berkala.
"Tahun depan kita kejar target yang lebih tinggi. Tidak boleh ada warga yang tertinggal. Semua harus mendapat layanan kesehatan yang layak. Ini janji kami kepada warga Semarang," tegas Agustina.
Gotong Royong Menyehatkan Semarang
Keberhasilan ini bukan hanya kerja pemerintah. Ribuan kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan warga yang peduli bergerak bersama. Ibu-ibu PKK yang setiap bulan menimbang balita, remaja putri yang rutin minum tablet tambah darah, serta keluarga yang mulai sadar pentingnya gizi seimbang—semua punya peran.
Semarang sehat bukan sekadar slogan. Ini adalah gerakan bersama. Dan satu tahun kepemimpinan Agustin-Iswar membuktikan: ketika pemerintah hadir dan warga bergerak, kesehatan jadi milik kita semua.
2. Kecamatan Tembalang
3. Kecamatan Semarang Barat
4. Kecamatan Semarang Tengah
5. Kecamatan Genuk
6. Kecamatan Gayamsari
7. Kecamatan Gunungpati
Rumah Inspirasi ini akan menjadi pusat kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pendampingan keluarga. Pemerintah juga menyusun Rancangan Peraturan Wali Kota (Raperwal) tentang pembentukan Rumah Inspirasi serta menyiapkan sistem aplikasi SIDAKSOS untuk memudahkan pendataan dan pelayanan.
"Rumah Inspirasi bukan sekadar bangunan. Ini adalah ruang harapan bagi warga yang membutuhkan pendampingan. Di sini mereka bisa belajar, berkumpul, dan mendapatkan motivasi untuk bangkit," jelas Wali Kota.
Target 2026: Makin Banyak Warga Tersentuh Layanan
Memasuki tahun ke dua, pemerintah kota tak berpuas diri. Berbagai target telah disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dan sosial:
Bidang Penanganan Stunting dan Kesehatan Ibu Anak:
· Mengembangkan Daycare dengan kapasitas 10-15 anak di 16 lokasi.
· Mengembangkan Weekcare dengan kapasitas 15 anak di 40 puskesmas.
· Menambah sasaran pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri di panti asuhan dan pondok pesantren.
· Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan balita.
· Memberikan bantuan pangan berupa beras 10 kg per keluarga per bulan selama 7 bulan kepada 805 keluarga miskin yang belum menerima bantuan.
Bidang Infrastruktur Kesehatan:
· Menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) untuk Pustu Panjang, Pustu Podorejo, dan Pustu Tanjungmas.
· Menyelesaikan Feasibility Study (FS) dan DED Puskesmas Kedungmundu dan Puskesmas Srondol.
· Melaksanakan fisik pembangunan Pustu Sendangmulyo dan DED Pustu Poncol.
· Merehabilitasi Pustu Ratu Ratih.
· Meningkatkan kompetensi 265 tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pendidikan.
Bidang Rumah Inspirasi:
· Membangun 9 Rumah Inspirasi baru di Kecamatan Semarang Utara, Semarang Selatan, Semarang Timur, Pedurungan, Ngaliyan, Tugu, Candisari, Banyumanik, dan Gajahmungkur.
· Menyusun FS (BRIDA) dan DED (Distaru) untuk pembangunan tersebut.
· Menambah sarana dan prasarana untuk 3 Rumah Inspirasi yang sudah ada (Semarang Barat, Gayamsari, Gunungpati).
· Menetapkan Raperwal dan menyusun petunjuk teknis pelaksanaan Rumah Inspirasi.
· Melakukan penguatan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan secara berkala.
"Tahun depan kita kejar target yang lebih tinggi. Tidak boleh ada warga yang tertinggal. Semua harus mendapat layanan kesehatan yang layak. Ini janji kami kepada warga Semarang," tegas Agustina.
Gotong Royong Menyehatkan Semarang
Keberhasilan ini bukan hanya kerja pemerintah. Ribuan kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan warga yang peduli bergerak bersama. Ibu-ibu PKK yang setiap bulan menimbang balita, remaja putri yang rutin minum tablet tambah darah, serta keluarga yang mulai sadar pentingnya gizi seimbang—semua punya peran.
Semarang sehat bukan sekadar slogan. Ini adalah gerakan bersama. Dan satu tahun kepemimpinan Agustin-Iswar membuktikan: ketika pemerintah hadir dan warga bergerak, kesehatan jadi milik kita semua.
(unt)
Lihat Juga :