GP Ansor: Dari Jakarta ke BoP, Diplomasi Prabowo untuk Dunia yang Lebih Damai
Jum'at, 20 Februari 2026 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, dunia butuh dialog, bukan sekadar saling tuding.
Kedua, kemanusiaan harus diletakkan di atas kepentingan politik jangka pendek.
Ketiga, stabilitas global adalah fondasi bagi kesejahteraan semua bangsa, termasuk Indonesia.
Baca juga: Indonesia Terpilih Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza
Langkah ini mengingatkan kita pada sejarah bangsa. Presiden pertama RI, Soekarno, pernah mengambil langkah diplomasi yang pada masanya diperdebatkan. Namun sejarah membuktikan, strategi dan keberanian membaca momentum menjadi bagian penting dalam menjaga kepentingan nasional.
Dalam isu Palestina–Israel, Presiden Prabowo membawa suara yang konsisten: mendukung kemerdekaan Palestina, mendorong gencatan senjata permanen, serta memperjuangkan solusi dua negara sesuai hukum internasional.
Indonesia tidak hanya bersuara, tetapi juga aktif dalam bantuan kemanusiaan. Bagi GP Ansor, inilah wajah diplomasi Indonesia: tegas dalam prinsip, bijak dalam pendekatan.
Keikutsertaan dalam Board of Peace bukan sekadar simbol. Ini tentang membangun kepercayaan dunia kepada Indonesia. Negara yang stabil, berani berbicara soal perdamaian, dan mampu menjadi penengah, adalah negara yang diperhitungkan.
Kedua, kemanusiaan harus diletakkan di atas kepentingan politik jangka pendek.
Ketiga, stabilitas global adalah fondasi bagi kesejahteraan semua bangsa, termasuk Indonesia.
Baca juga: Indonesia Terpilih Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza
Langkah ini mengingatkan kita pada sejarah bangsa. Presiden pertama RI, Soekarno, pernah mengambil langkah diplomasi yang pada masanya diperdebatkan. Namun sejarah membuktikan, strategi dan keberanian membaca momentum menjadi bagian penting dalam menjaga kepentingan nasional.
Konsistensi Sikap Indonesia
Dalam isu Palestina–Israel, Presiden Prabowo membawa suara yang konsisten: mendukung kemerdekaan Palestina, mendorong gencatan senjata permanen, serta memperjuangkan solusi dua negara sesuai hukum internasional.
Indonesia tidak hanya bersuara, tetapi juga aktif dalam bantuan kemanusiaan. Bagi GP Ansor, inilah wajah diplomasi Indonesia: tegas dalam prinsip, bijak dalam pendekatan.
Keikutsertaan dalam Board of Peace bukan sekadar simbol. Ini tentang membangun kepercayaan dunia kepada Indonesia. Negara yang stabil, berani berbicara soal perdamaian, dan mampu menjadi penengah, adalah negara yang diperhitungkan.
Lihat Juga :