Ketum Jokman Jelaskan Logika 'Kertas Lusuh' dan Gelar Profesor di Skripsi Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:12 WIB
loading...
Ketum Jokman Jelaskan...
Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan angkat bicara merespons tudingan kubu Roy Suryo terkait keabsahan skripsi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/iNews TV
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan angkat bicara merespons tudingan kubu Roy Suryo terkait keabsahan skripsi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di mana kertas skripsi milik Presiden ke-7 RI itu disebut tidak terlihat seperti kertas lama hasil pengerjaan skripsi berbulan-bulan.

Andi Azwan menegaskan, berdasarkan informasi dari Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) UGM bahwa mahasiswa pada era itu tidak mengerjakan skripsi secara instan menggunakan komputer. Proses pengetikan dilakukan secara bertahap menggunakan mesin tik selama berbulan-bulan sehingga sudah dipastikan kertas itu akan lusuh dan menguning.

Baca juga: Roy Suryo Bandingkan Teliti Suara Habibie dan Foto Gus Dur dengan Ijazah Jokowi

“Saya diberitahu oleh Kagama bahwasanya setiap mahasiswa UGM itu membuat skripsi, itu mengetik, itu tidak pada hari itu, tapi dicicil. Bisa berbulan-bulan untuk dicicil. Jadi sebelum itu selesai pasti kertasnya agak lusuh karena diketik, kertasnya akan tua, akan lusuh,” kata Andi dalam program Rakyat Bersuara iNews TV, dikutip Rabu (18/2/2026).



Selain itu, ia juga membeberkan bukti berupa tangkapan layar PDF skripsi Jokowi yang saat ini ada identik dengan foto yang dibeberkan Roy Suryo untuk menuding bahwa kertas yang digunakan merupakan kertas baru karena tampak terlalu putih.

Berdasarkan pantauannya secara langsung, kondisi warna kertas pada bagian prakata dan bagian lainnya sebenarnya identik dan sudah mengalami proses penuaan yang alami (menguning).

Baca juga: Pengacara Jokowi Jawab Roy Suryo Cs soal Perbedaan Salinan Ijazah: Itu Hanya Persoalan Fotokopi

"Nah ini menurut Mas Roy tadi kertasnya putih banget. Aslinya enggak berbeda dengan yang tadi. Berbeda dengan yang prakata tadi, aslinya enggak putih. Itu sama kuningnya dengan prakata tadi," ucap Andi.

Lebih lanjut, ia juga memberikan tanggapan soal pencantuman gelar Profesor pada nama pembimbing di skripsi Jokowi yang dianggap tidak konsisten oleh pihak Roy Suryo.

Menurutnya, dari sisi aturan akademik, seorang akademisi berhak mencantumkan gelar Profesor segera setelah Surat Keputusan (SK) diterima, meskipun prosesi pengukuhan secara adat senat belum dilaksanakan.

"Pada dasarnya memang setelah menerima SK itu di UGM dan di Universitas mana pun dipersilakan untuk mencantumkan nama profesor itu walaupun belum pengukuhan,” ungkap Andi.

Di sisi lain, Andi juga menanggapi persoalan tidak dicantumkannya nama Dosen Pembimbing Akademik (DPA) tertentu dalam kolom ucapan terima kasih yang dipersoalkan Roy Suryo. Ia menyebut bahwa hal itu sepenuhnya merupakan hak penulis dan tidak bisa dijadikan indikasi ketidakaslian dokumen.

"Kalau bicara dosen pembimbing akademik, ucapan terima kasih itu haknya Pak Jokowi apa dia cantumkan atau tidak. Apakah itu sesuatu yang luar biasa atau enggak juga? Itu haknya," pungkas Andi.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Ahmad Ali Beberkan Alasan...
Ahmad Ali Beberkan Alasan Jokowi Turun Langsung Keliling Daerah
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Rekomendasi
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Berita Terkini
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved