PKS Dapat Penghargaan Terbaik Capaian Indeks Integritas Partai Politik 2025

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:32 WIB
loading...
PKS Dapat Penghargaan...
PKS menerima penghargaan terbaik capaian Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025 yang diselenggarakan oleh Kemenko Polkam bekerja sama dengan BRIN. Foto/Ist
A A A
BADUNG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima penghargaan terbaik capaian Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025 yang diselenggarakan oleh Kemenko Polkam bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Letjen (Purn.) Lodewijk F Paulus kepada Sekjen PKS Muhammad Kholid, dalam forum Rapat Koordinasi Evaluasi Capaian IIPP 2025 sebagai Pilar Penguatan Demokrasi Substansial Menuju Indonesia Emas 2045 di Kuta, Badung, Bali.

"Alhamdulilah kami dapat melanjutkan capaian tahun sebelumnya yang juga meraih predikat yang sama" ujar Kholid.

Baca juga: PKS Belum Mikirin Pilpres 2029, Pilih Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo

IIPP menilai tata kelola partai politik melalui lima konstruksi utama, yaitu: kode etik, demokrasi internal, kaderisasi, rekrutmen, serta pengelolaan keuangan partai yang transparan dan akuntabel. Penghargaan ini mencerminkan komitmen PKS dalam membangun integritas organisasi secara menyeluruh, mulai dari sistem, aturan, hingga praktik kelembagaan.



Dia menyampaikan apresiasi atas penilaian independen yang dilakukan Kemenko Polkam,Kemendagri dan BRIN. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh struktur partai di pusat hingga daerah.

“Penghargaan ini kami maknai sebagai pengakuan atas kerja kolektif kader dan pengurus PKS di seluruh Indonesia dalam menjaga integritas organisasi. IIPP memberi cermin objektif tentang sejauh mana tata kelola partai berjalan sesuai prinsip etika, demokrasi internal, rekrutmen dan kaderisasi berkelanjutan berbasis merit system, serta keuangan yang transparan dan akuntabel,” ujar Kholid.

Baca juga: 16 Ormas Islam Setuju Indonesia Gabung BoP untuk Kemerdekaan Palestina

Capaian tersebut, kata dia, bukan tujuan akhir, melainkan pijakan untuk perbaikan berkelanjutan di internal partai.

“Kami melihat IIPP bukan sekadar peringkat, tapi alat evaluasi. Ini menjadi pengingat agar partai, terutama PKS, agar terus berbenah, memperkuat sistem, dan memastikan praktik politik berjalan selaras dengan prinsip integritas. Kepercayaan publik hanya bisa dirawat lewat konsistensi tata kelola yang baik dan akuntabel,” lanjutnya.

Sekjen PKS juga menekankan bahwa penguatan integritas partai merupakan prasyarat penting bagi penguatan demokrasi substansial di Indonesia.

“Demokrasi yang kuat bertumpu pada partai politik yang berintegritas. Jika partai tertib secara internal, maka kualitas representasi politik di ruang publik akan ikut meningkat. Inilah kontribusi konkret partai bagi penguatan demokrasi substansial menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Lebih lanjut, PKS menyatakan komitmennya untuk menjadikan hasil IIPP sebagai dasar penguatan kebijakan internal, pembaruan SOP organisasi, serta peningkatan kualitas kaderisasi dan rekrutmen kepemimpinan di semua level.

Penghargaan IIPP 2025 diharapkan dapat menjadi pemacu bagi seluruh partai politik untuk terus meningkatkan integritas kelembagaan, memperkuat akuntabilitas, serta membangun kepercayaan publik terhadap sistem kepartaian sebagai pilar utama demokrasi.

"Penguatan dan pengarusutamaan good political party governance terus kita jalankan dan tingkatkan untuk merawat kepercayaan masyarakat," pungkas Kholid.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arif Satria Sebut Riset...
Arif Satria Sebut Riset Biodiversitas Indonesia Terlalu Fokus di Jawa
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Lembaga Falakiyah PBNU...
Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
Luncurkan Syiar Zulhijjah,...
Luncurkan Syiar Zulhijjah, PKS Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi Kurban
PDIP Tolak Revisi UU...
PDIP Tolak Revisi UU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Parpol
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
Kembaran Hijau Gas Alam...
Kembaran Hijau Gas Alam Siap Jadi Pengganti LPG
Ikan Sapu-Sapu Ternyata...
Ikan Sapu-Sapu Ternyata Bisa Jadi Pupuk Cair, Begini Cara Mengolahnya
Rekomendasi
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved