Kunjungi ITB, Muhaimin: Saatnya Indonesia Naik Kelas Jadi Negara Maju

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:20 WIB
loading...
Kunjungi ITB, Muhaimin:...
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan, sudah saatnya Indonesia menjadi negara maju.Foto/istimewa
A A A
BANDUNG - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan, sudah saatnya Indonesia menjadi negara maju. Untuk itu, industri harus menjadi alat pemberdayaan masyarakat.

Hal itu dikatakan Muhaimin panggilan akrabnya saat menghadiri Stadium Generale bertema “Ekonomi Inklusif untuk Indonesia Naik Kelas” di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (11/2/2026).

Muhaimin menegaskan Indonesia tidak boleh lagi berada di zona tanggung atau sekadar bertahan di level medioker. Menurut Cak Imin, sudah lebih dari satu dekade Indonesia berada pada fase pertumbuhan yang belum sepenuhnya melompat menjadi negara maju. “Kita tidak boleh lagi tanggung. Indonesia harus benar-benar naik kelas, hari ini dan di masa yang akan datang,” tegasnya.

Baca juga: Bertemu Prabowo, Cak Imin: Wacana Pemutihan Utang BPJS Kesehatan Lagi Penyempurnaan

Muhaimin juga menyampaikan penghargaan atas terbitnya buku karya Dhani Amrul Ichdan, Wakil Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), yang dieditori oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani.

Muhaimin menyebut kolaborasi tersebut sebagai sinergi lintas generasi dan lintas latar belakang yang patut diapresiasi. Menurutnya, karya tersebut layak diuji dan didiskusikan secara akademik oleh civitas academica ITB.

“Kolaborasi Pak Dhani dan Pak Reda ini melahirkan karya intelektual yang langka, tajam, analitis, berani menawarkan gagasan baru, dan membumi bagi kepentingan masa depan bangsa,” ujarnya.

Lihat video: Muhaimin Iskandar: Prabowo Ajak PKB Bersama-sama Sukseskan Pemerintahan


Muhaimin menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas generasi dalam mendorong cita-cita besar Indonesia naik kelas. Dalam pemaparannya, Muhaimin menegaskan tidak ada satu pun negara maju yang hanya mengandalkan sumber daya alam.

Kekayaan alam, menurutnya, bersifat terbatas dan tidak cukup menjadi fondasi kemajuan jangka panjang. “Negara maju lahir dari industrialisasi dan hilirisasi yang ditopang ilmu pengetahuan, teknologi, serta masyarakat yang berdaya,” katanya.

Karena itu, Muhaimin memperkenalkan pendekatan DAI yakni Distinktif, Adaptif, dan Inklusif. Distinktif, yakni membangun keunggulan khas nasional, bukan sekadar meniru negara lain. Adaptif, yakni tanggap terhadap perubahan global, termasuk transisi energi, digitalisasi, dan disrupsi ekonomi dunia.

"Dan Inklusif, yakni memastikan industrialisasi melibatkan masyarakat luas, terutama masyarakat sekitar kawasan industri, agar tidak hanya menerima dampak, tetapi menjadi bagian integral dari peningkatan kualitas hidup dan kemajuan ekonomi," tegasnya.

Muhaimin menegaskan ekonomi inklusif adalah prasyarat utama agar pertumbuhan tidak hanya dinikmati segelintir pihak, melainkan menjadi jalan pemerataan kesejahteraan.

“Industri harus menjadi alat pemberdayaan masyarakat. Jika rakyat terlibat dan berdaya, maka Indonesia naik kelas bukan sekadar slogan, tetapi kenyataan,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Hari Pendidikan Nasional...
Hari Pendidikan Nasional 2026, Seskab Teddy Ajak Generasi Muda Asah Potensi untuk Indonesia Maju
Sejalan dengan Target...
Sejalan dengan Target Presiden, Menko Muhaimin Kawal Ekonomi 2026 Pro Rakyat
Menuju Status Negara...
Menuju Status Negara Maju di Tengah Ketidakpastian Global
Gus Imin: Pesantren...
Gus Imin: Pesantren Penopang Utama Pemberdayaan Masyarakat
Cak Imin: Pemutihan...
Cak Imin: Pemutihan Utang BPJS Kesehatan Dimulai Akhir 2025
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Pakar ITB Sebut Cuaca...
Pakar ITB Sebut Cuaca Berperan Besar dalam Blackout Sumatera
Rekomendasi
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Timur Kapadze Jadi Kandidat...
Timur Kapadze Jadi Kandidat Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved