Siti Zuhro Sebut Prabowo Pemimpin yang Rasional
Senin, 09 Februari 2026 - 23:53 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto. Foto/Tangkapan layar IG Sekretariat Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) R Siti Zuhro menilai Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang rasional. Dia juga menyebut Prabowo sangat menghargai argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan.
Awalnya, perempuan yang akrab disapa Wiwiek ini menceritakan pertemuan dirinya dan sejumlah tokoh dengan Presiden Prabowo pada Jumat (30/1/2026) malam. Menurut Wiwiek, Presiden Prabowo senang dengan masyarakat yang berpikir kritis. Jika ada kebijakan yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki pendiri bangsa, konstitusi, peraturan, semua warga harus ikut mengatakan ini tidak on the right track.
"Apalagi dengan pemilu presiden langsung yang katanya dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, maka bukan sekadar memilih ketika pemilu, selesai pemilu tetap harus mengawal sampai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, oleh presiden itu betul-betul mencerminkan itu adalah kebutuhan masyarakat," kata Wiwiek dalam podcast atau siniar To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Tingkat Kepuasan terhadap Prabowo 79,9 Persen, Istana: Bukan Itu yang Kita Kejar
Wiwiek menambahkan, program-program yang dieksekusi presiden harus mencerminkan kehendak dan kebutuhan negara bangsa, bukan kehendak diri sendiri atau segelintir orang tertentu. "Maka kita akan menyampaikan kalau negara kita sedang baik-baik saja, oke. Tapi kalau sudah tidak baik-baik saja, bahkan sangat tidak baik-baik saja, maka kita harus speak out, harus seperti itu," ujarnya.
![Siti Zuhro Sebut Prabowo Pemimpin yang Rasional]()
Menurut Wiwiek, apa yang disampaikan kepada Prabowo adalah bukti bahwa para tokoh yang diundang hadir mencintai negara. Perbincangan pun berjalan sangat cair. Diketahui, selain Wiwiek, sejumlah tokoh yang hadir antara lain mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, mantan Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, dan mantan Kabareskrim Susno Duadji.
Wiwiek mengatakan, para tokoh yang diundang itu bicara apa adanya. Menurutnya, tokoh lainnya yang memang terbiasa berbicara tidak pakai mikrofon tetapi suaranya tinggi, tetap bicara seperti biasa.
"Kebetulan dari lima yang datang itu, mungkin saya saja yang orang Jawa, jadi nadanya (yang lain) semuanya agak kencang-kencang, dan tidak ada masalah selama itu masuk akal, rasional. Jadi Pak Prabowo itu adalah sosok pemimpin yang rasional dan sangat menghormati, menghargai argumentasi yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan, bukan argumentasi yang mengolok-olok, argumentasi yang memandang sebelah mata, tidak," jelasnya.
Wiwek menambahkan, asumsi yang muncul di publik bahwa Prabowo tidak tahu apa yang terjadi di tengah masyarakat itu salah. "Saya lihat itu di podcast," kata Wiwiek menirukan Prabowo.
Prabowo dalam pertemuan itu juga bicara tentang podcast yang isinya bicara tentang bagaimana seharusnya hubungannya dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Jadi beliau mengikuti," pungkasnya.
Awalnya, perempuan yang akrab disapa Wiwiek ini menceritakan pertemuan dirinya dan sejumlah tokoh dengan Presiden Prabowo pada Jumat (30/1/2026) malam. Menurut Wiwiek, Presiden Prabowo senang dengan masyarakat yang berpikir kritis. Jika ada kebijakan yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki pendiri bangsa, konstitusi, peraturan, semua warga harus ikut mengatakan ini tidak on the right track.
"Apalagi dengan pemilu presiden langsung yang katanya dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, maka bukan sekadar memilih ketika pemilu, selesai pemilu tetap harus mengawal sampai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, oleh presiden itu betul-betul mencerminkan itu adalah kebutuhan masyarakat," kata Wiwiek dalam podcast atau siniar To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Tingkat Kepuasan terhadap Prabowo 79,9 Persen, Istana: Bukan Itu yang Kita Kejar
Wiwiek menambahkan, program-program yang dieksekusi presiden harus mencerminkan kehendak dan kebutuhan negara bangsa, bukan kehendak diri sendiri atau segelintir orang tertentu. "Maka kita akan menyampaikan kalau negara kita sedang baik-baik saja, oke. Tapi kalau sudah tidak baik-baik saja, bahkan sangat tidak baik-baik saja, maka kita harus speak out, harus seperti itu," ujarnya.

Menurut Wiwiek, apa yang disampaikan kepada Prabowo adalah bukti bahwa para tokoh yang diundang hadir mencintai negara. Perbincangan pun berjalan sangat cair. Diketahui, selain Wiwiek, sejumlah tokoh yang hadir antara lain mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, mantan Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, dan mantan Kabareskrim Susno Duadji.
Wiwiek mengatakan, para tokoh yang diundang itu bicara apa adanya. Menurutnya, tokoh lainnya yang memang terbiasa berbicara tidak pakai mikrofon tetapi suaranya tinggi, tetap bicara seperti biasa.
"Kebetulan dari lima yang datang itu, mungkin saya saja yang orang Jawa, jadi nadanya (yang lain) semuanya agak kencang-kencang, dan tidak ada masalah selama itu masuk akal, rasional. Jadi Pak Prabowo itu adalah sosok pemimpin yang rasional dan sangat menghormati, menghargai argumentasi yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan, bukan argumentasi yang mengolok-olok, argumentasi yang memandang sebelah mata, tidak," jelasnya.
Wiwek menambahkan, asumsi yang muncul di publik bahwa Prabowo tidak tahu apa yang terjadi di tengah masyarakat itu salah. "Saya lihat itu di podcast," kata Wiwiek menirukan Prabowo.
Prabowo dalam pertemuan itu juga bicara tentang podcast yang isinya bicara tentang bagaimana seharusnya hubungannya dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Jadi beliau mengikuti," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :