Megawati Sandang Gelar Doktor Kehormatan dari PNU Riyadh Arab Saudi
Senin, 09 Februari 2026 - 19:29 WIB
loading...
Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, Senin (9/2/2026). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri kembali menerima pengakuan internasional. Kali ini, dia mendapat gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) yang dianugerahkan oleh Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (9/2/2026).
Dalam upacara penganugerahan, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor PNU Fawziyah bint Suliman Al Amro menyampaikan pidato yang menyoroti peran strategis Megawati sebagai tokoh global dan pionir kepemimpinan perempuan. Mengawali sambutannya, dia menekankan bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi persatuan visi antarnegara.
Baca juga: Megawati Kirim Bunga HUT Ke-18 Partai Gerindra, PDIP: Ini Bentuk Persahabatan
"Meskipun ribuan kilometer memisahkan Riyadh dan Jakarta, ilmu pengetahuan menjembatani jarak dan visi bersama menyatukan bangsa-bangsa," kata Fawziyah.
Dia menegaskan bahwa PNU yang dikenal sebagai universitas wanita terbesar di dunia, merasa bangga dapat memberikan penghargaan tertinggi akademik ini kepada putri Proklamator RI tersebut.
Menurutnya, gelar ini merupakan bentuk pengakuan tulus atas sejarah yang telah diukir Megawati sebagai presiden wanita pertama di Indonesia serta dedikasinya yang tak putus bagi negara.
"Universitas dengan bangga menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Yang Mulia sebagai pengakuan atas kepemimpinan perintisnya sebagai wanita pertama yang memimpin bangsanya, dan kontribusinya yang abadi terhadap pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan," ujarnya.
Baca juga: Momen Megawati Rayakan Ultah ke-79 Bareng Keluarga dan Sahabat di Istana Batu Tulis
Lebih lanjut, Fawziyah menjelaskan bahwa penganugerahan gelar kepada tokoh perempuan bersejarah seperti Megawati memiliki makna mendalam bagi institusi yang dipimpinnya. Hal ini dinilai sejalan dengan transformasi besar yang sedang terjadi di Arab Saudi.
"Dengan menghormati seorang pemimpin perempuan bersejarah, Universitas Putri Nourah bint Abdulrahman menegaskan kembali misinya untuk memberdayakan perempuan, merayakan kepemimpinan transformatif, dan memajukan nilai-nilai akademik global yang selaras dengan Visi Saudi 2030," paparnya.
Selain aspek akademik dan gender, kunjungan Megawati ke Riyadh juga disebut sebagai simbol eratnya hubungan diplomatik kedua negara. Rektor PNU menyambut hangat delegasi Indonesia dan menyebut momen ini sebagai refleksi kekuatan hubungan bilateral.
"Kunjungan ini mencerminkan kekuatan hubungan Saudi-Indonesia dan komitmen bersama kita terhadap masa depan yang dibentuk oleh pengetahuan," tambahnya.
Menutup pidatonya, Rektor PNU mengucapkan selamat kepada Megawati atas penghargaan yang dinilai sangat layak diterima tersebut, serta berterima kasih atas kehadirannya di kampus PNU.
"Kami mengucapkan selamat kepada Yang Mulia atas penghargaan yang layak ini," pungkasnya.
Dalam upacara penganugerahan, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor PNU Fawziyah bint Suliman Al Amro menyampaikan pidato yang menyoroti peran strategis Megawati sebagai tokoh global dan pionir kepemimpinan perempuan. Mengawali sambutannya, dia menekankan bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi persatuan visi antarnegara.
Baca juga: Megawati Kirim Bunga HUT Ke-18 Partai Gerindra, PDIP: Ini Bentuk Persahabatan
"Meskipun ribuan kilometer memisahkan Riyadh dan Jakarta, ilmu pengetahuan menjembatani jarak dan visi bersama menyatukan bangsa-bangsa," kata Fawziyah.
Dia menegaskan bahwa PNU yang dikenal sebagai universitas wanita terbesar di dunia, merasa bangga dapat memberikan penghargaan tertinggi akademik ini kepada putri Proklamator RI tersebut.
Menurutnya, gelar ini merupakan bentuk pengakuan tulus atas sejarah yang telah diukir Megawati sebagai presiden wanita pertama di Indonesia serta dedikasinya yang tak putus bagi negara.
"Universitas dengan bangga menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Yang Mulia sebagai pengakuan atas kepemimpinan perintisnya sebagai wanita pertama yang memimpin bangsanya, dan kontribusinya yang abadi terhadap pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan," ujarnya.
Baca juga: Momen Megawati Rayakan Ultah ke-79 Bareng Keluarga dan Sahabat di Istana Batu Tulis
Lebih lanjut, Fawziyah menjelaskan bahwa penganugerahan gelar kepada tokoh perempuan bersejarah seperti Megawati memiliki makna mendalam bagi institusi yang dipimpinnya. Hal ini dinilai sejalan dengan transformasi besar yang sedang terjadi di Arab Saudi.
"Dengan menghormati seorang pemimpin perempuan bersejarah, Universitas Putri Nourah bint Abdulrahman menegaskan kembali misinya untuk memberdayakan perempuan, merayakan kepemimpinan transformatif, dan memajukan nilai-nilai akademik global yang selaras dengan Visi Saudi 2030," paparnya.
Selain aspek akademik dan gender, kunjungan Megawati ke Riyadh juga disebut sebagai simbol eratnya hubungan diplomatik kedua negara. Rektor PNU menyambut hangat delegasi Indonesia dan menyebut momen ini sebagai refleksi kekuatan hubungan bilateral.
"Kunjungan ini mencerminkan kekuatan hubungan Saudi-Indonesia dan komitmen bersama kita terhadap masa depan yang dibentuk oleh pengetahuan," tambahnya.
Menutup pidatonya, Rektor PNU mengucapkan selamat kepada Megawati atas penghargaan yang dinilai sangat layak diterima tersebut, serta berterima kasih atas kehadirannya di kampus PNU.
"Kami mengucapkan selamat kepada Yang Mulia atas penghargaan yang layak ini," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :