Cucu Soekarno Tegaskan Setia ke Prabowo dan Gerindra
Senin, 09 Februari 2026 - 11:29 WIB
loading...
Didi Mahardhika Soekarno, cucu Presiden pertama RI Soekarno menegaskan setia terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Nama Didi Mahardhika Soekarno, cucu Presiden pertama RI Soekarno kembali menyita perhatian publik. Bukan semata karena garis keturunannya melainkan karena pilihan jalur politik yang dinilai berbeda dari mayoritas keluarga besar Bung Karno.
Mahardhika menyatakan sikap politik yang dia ambil bukan keputusan sesaat. Dia mengaku berjalan di atas dua amanah yang dia pegang teguh yakni amanah dari sang ibunda almarhum Rachmawati Soekarnoputri dan amanah dari Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya sudah seperti keluarga sendiri.
Baca juga: Profil Didi Mahardika, Pasangan Baru Cita Citata Sekaligus Cucu Soekarno
"Pesan ibunda jelas tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Alhamdulillah amanah itu saya jalankan sejak dulu," ujar Mahardhika, Senin (9/2/2026).
Pada momen HUT ke-18 Partai Gerindra, Mahardhika juga menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar Gerindra terus menjadi kekuatan politik yang menjaga persatuan bangsa.
Menurut Mahardhika, pilihannya berlabuh di Partai Gerindra dilandasi keyakinan ideologis. Dia menilai Gerindra merupakan partai yang paling merepresentasikan nilai-nilai Bung Karno tanpa dikotomi dan tanpa upaya mengadu-benturkan.
"Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun," ucapnya.
Kedekatannya dengan Prabowo tidak hanya sebatas hubungan politik, tetapi sudah menjadi hubungan personal. “Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri. Itu yang saya pegang," katanya.
Mahardhika turut menyoroti masih adanya upaya sejumlah kelompok yang terus menghidupkan dikotomi lama dalam politik nasional seperti narasi Pro-Soekarno versus Pro-Soeharto dan pembelahan serupa.
Menurut dia, pola semacam itu sudah tidak relevan dan hanya memperkecil bangsa. "Mengkotakkan rakyat Indonesia ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini," ujarnya.
Sebagai putra Rachmawati Soekarnoputri sekaligus keturunan Bung Karno, Mahardhika mengakui ideologi politik telah mengalir dalam dirinya. Namun, dia menegaskan ingin menjalankan warisan itu dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi bangsa saat ini yakni menyatukan bukan membelah.
Dengan tetap memegang amanah keluarga serta keyakinannya terhadap visi Presiden Prabowo, dia menempatkan dirinya sebagai figur yang ingin menghadirkan wajah politik yang lebih sejuk dan matang.
Mahardhika menyatakan sikap politik yang dia ambil bukan keputusan sesaat. Dia mengaku berjalan di atas dua amanah yang dia pegang teguh yakni amanah dari sang ibunda almarhum Rachmawati Soekarnoputri dan amanah dari Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya sudah seperti keluarga sendiri.
Baca juga: Profil Didi Mahardika, Pasangan Baru Cita Citata Sekaligus Cucu Soekarno
"Pesan ibunda jelas tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Alhamdulillah amanah itu saya jalankan sejak dulu," ujar Mahardhika, Senin (9/2/2026).
Pada momen HUT ke-18 Partai Gerindra, Mahardhika juga menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar Gerindra terus menjadi kekuatan politik yang menjaga persatuan bangsa.
Menurut Mahardhika, pilihannya berlabuh di Partai Gerindra dilandasi keyakinan ideologis. Dia menilai Gerindra merupakan partai yang paling merepresentasikan nilai-nilai Bung Karno tanpa dikotomi dan tanpa upaya mengadu-benturkan.
"Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun," ucapnya.
Kedekatannya dengan Prabowo tidak hanya sebatas hubungan politik, tetapi sudah menjadi hubungan personal. “Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri. Itu yang saya pegang," katanya.
Mahardhika turut menyoroti masih adanya upaya sejumlah kelompok yang terus menghidupkan dikotomi lama dalam politik nasional seperti narasi Pro-Soekarno versus Pro-Soeharto dan pembelahan serupa.
Menurut dia, pola semacam itu sudah tidak relevan dan hanya memperkecil bangsa. "Mengkotakkan rakyat Indonesia ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini," ujarnya.
Sebagai putra Rachmawati Soekarnoputri sekaligus keturunan Bung Karno, Mahardhika mengakui ideologi politik telah mengalir dalam dirinya. Namun, dia menegaskan ingin menjalankan warisan itu dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi bangsa saat ini yakni menyatukan bukan membelah.
Dengan tetap memegang amanah keluarga serta keyakinannya terhadap visi Presiden Prabowo, dia menempatkan dirinya sebagai figur yang ingin menghadirkan wajah politik yang lebih sejuk dan matang.
(jon)
Lihat Juga :