Pakar Hukum: Kejagung Paling Progresif di Tengah Melimpahnya Perkara Korupsi
Minggu, 08 Februari 2026 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
“KPK memiliki fokus khusus, Kepolisian juga punya kewenangan besar bahkan sebagai penyidik utama. Namun, saat ini semuanya kembali pada kemauan dan progresivitas lembaga tersebut. Kejaksaan telah menunjukkan kinerja yang melampaui ekspektasi,” ujarnya.
Secara yuridis, Suparji menjelaskan bahwa kekuatan Kejagung berakar pada asas dominus litis, di mana jaksa adalah pengendali perkara. Kewenangan atributif dalam UU Kejaksaan memungkinkan mereka bergerak mulai dari penyidikan, penuntutan perkara khusus, hingga eksekusi putusan pidana dan pemulihan aset negara.
Namun, keberhasilan ini tidak hanya datang dari kewenangan semata. Suparji menyoroti adanya transformasi internal yang masif di tubuh Korps Adhyaksa.
"Keberhasilan ini bukan sekadar keberanian, komitmen, dan kemauan. Kejaksaan secara sadar melakukan perbaikan diri. Banyak jaksa yang terus meningkatkan kapasitas intelektualnya hingga bergelar doktor dan profesor. Hal inilah yang membuat penegakan hukum mereka lebih tajam dan berkualitas," pungkasnya.
Dominus Litis dan Penguatan SDM
Secara yuridis, Suparji menjelaskan bahwa kekuatan Kejagung berakar pada asas dominus litis, di mana jaksa adalah pengendali perkara. Kewenangan atributif dalam UU Kejaksaan memungkinkan mereka bergerak mulai dari penyidikan, penuntutan perkara khusus, hingga eksekusi putusan pidana dan pemulihan aset negara.
Namun, keberhasilan ini tidak hanya datang dari kewenangan semata. Suparji menyoroti adanya transformasi internal yang masif di tubuh Korps Adhyaksa.
"Keberhasilan ini bukan sekadar keberanian, komitmen, dan kemauan. Kejaksaan secara sadar melakukan perbaikan diri. Banyak jaksa yang terus meningkatkan kapasitas intelektualnya hingga bergelar doktor dan profesor. Hal inilah yang membuat penegakan hukum mereka lebih tajam dan berkualitas," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :