Pengamat Prediksi Dinamika Politik di Tanah Air Bakal Memanas pada 2027-2028
Jum'at, 06 Februari 2026 - 22:58 WIB
loading...
Pengamat politik Hendri Satrio memprediksi konstalasi politik di Tanah Air bakal memanas pada 2027-2028. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dinamika politik di Tanah Air diprediksi akan mulai memanas pada periode 2027 dan 2028. Sebab, periode tersebut semua pihak sudah melakukan persiapan jelang pesta demokrasi pada Pemilu 2029.
Hal itu disampaikan pengamat politik Hendri Satrio dalam acara diskusi bertajuk "Multimatics Consumer Appreciation Day" yang digelar di JHL Solitaire Hotel, Tangerang Selatan (Tangsel).
Hensat, panggilan akrabnya menjelaskan, kondisi perpolitikan Indonesia saat ini masih aman. Justru, kondisi politik akan memanas di 2027-2028.
Baca juga: Akademisi Anggap Ambang Batas Parlemen 2,5% Cukup Moderat
"Kalau di politik, menurut saya baik-baik aja. Kenapa baik-baik aja? Prabowo sedang berusaha merangkul semua pihak, yang kedua dia percaya kalau elite politiknya rukun, pembangunan bisa dilakukan, justru akan memanas di 2027-2028," katanya, Jumat (6/2/2026).
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini mengatakan, politik di 2026 justru hanya akan dihiasi dengan fenomena-fenomena sesaat seperti reshuffle kabinet atau pun kebijakan-kebijakan yang memicu perdebatan.
"Tapi lagi-lagi, politik akan sangat dipengaruhi oleh ekonomi, hukum, dan komunikasi di tahun ini," katanya.
Lihat video: DPR Tegaskan Pemilu 2029 Presiden Tetap Dipilih Rakyat
Sementera itu, Executive Director Multimatics Agus Setiawan mengatakan politik dan ekonomi merupakan dua elemen penting dalam menentukan suatu kebijakan, baik di sektor pemerintahan mau pun swasta. Insight dari politik dan ekonomi diyakini dapat membantu suatu pihak menentukan arah bisnis ke depan berdasarkan realita di lapangan.
Dalam menentukan kebijakan, seluruh pihak baik pemerintah mau pun swasta harus menganalisa sejumlah faktor. "Apa pun bidang kita, dalam menganalisa suatu kebijakan itu ada namanya PESTEL yang di mana itu singkatan dari politics, economy, social, technology, environment, dan juga legal," kata Agus.
Agus mengajak para pihak baik dari pemerintah dan swasta menggali insight arah bisnis ke depan dari perspektif ekonomi dan politik.
Masing-masing narasumber memberikan insight serta outlook terkait keadaan politik dan ekonomi 2026 ini. Agus berharap, dari kedua narasumber ini para peserta bisa membuat keputusan yang lebih bijak dengan menggali insight dari outlook ekonomi dan politik negara saat ini.
"Mereka yang hadir pada acara ini diharapkan juga mendapatkan insight pada saat mereka membuat keputusan ternyata ada variabel yang lain semisal geopolitik, perang, tarif impor dan lainnya," katanya.
Ekonom Ferry Latuhihin berpendapat kondisi ekonomi 2026 justru tidak baik-baik saja. Ferry memaparkan, pertumbuhan ekonomi kemungkinan tidak mencapai 3% tahun ini. "Outlook ke depan ini saya khawatir, prediksi saya di bawah 3% dan kemungkinan sampai 0%, the economy is extremely mismanaged," kata Ferry.
Ferry mengatakan nilai tukar Rupiah ke Dollar AS pun akan melemah tahun ini. Tak tanggung-tanggung, ia memprediksi 1 Dollar AS akan menyentuh nilai sekitar Rp20.000 pada kuartal 3. "Nah selebihnya, menurut saya ada kemungkinan besar dolar lari ke atas 20.000 pada kuartal 3, dan ini prediksi saya ya," kata Ferry.
Hal itu disampaikan pengamat politik Hendri Satrio dalam acara diskusi bertajuk "Multimatics Consumer Appreciation Day" yang digelar di JHL Solitaire Hotel, Tangerang Selatan (Tangsel).
Hensat, panggilan akrabnya menjelaskan, kondisi perpolitikan Indonesia saat ini masih aman. Justru, kondisi politik akan memanas di 2027-2028.
Baca juga: Akademisi Anggap Ambang Batas Parlemen 2,5% Cukup Moderat
"Kalau di politik, menurut saya baik-baik aja. Kenapa baik-baik aja? Prabowo sedang berusaha merangkul semua pihak, yang kedua dia percaya kalau elite politiknya rukun, pembangunan bisa dilakukan, justru akan memanas di 2027-2028," katanya, Jumat (6/2/2026).
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini mengatakan, politik di 2026 justru hanya akan dihiasi dengan fenomena-fenomena sesaat seperti reshuffle kabinet atau pun kebijakan-kebijakan yang memicu perdebatan.
"Tapi lagi-lagi, politik akan sangat dipengaruhi oleh ekonomi, hukum, dan komunikasi di tahun ini," katanya.
Lihat video: DPR Tegaskan Pemilu 2029 Presiden Tetap Dipilih Rakyat
Sementera itu, Executive Director Multimatics Agus Setiawan mengatakan politik dan ekonomi merupakan dua elemen penting dalam menentukan suatu kebijakan, baik di sektor pemerintahan mau pun swasta. Insight dari politik dan ekonomi diyakini dapat membantu suatu pihak menentukan arah bisnis ke depan berdasarkan realita di lapangan.
Dalam menentukan kebijakan, seluruh pihak baik pemerintah mau pun swasta harus menganalisa sejumlah faktor. "Apa pun bidang kita, dalam menganalisa suatu kebijakan itu ada namanya PESTEL yang di mana itu singkatan dari politics, economy, social, technology, environment, dan juga legal," kata Agus.
Agus mengajak para pihak baik dari pemerintah dan swasta menggali insight arah bisnis ke depan dari perspektif ekonomi dan politik.
Masing-masing narasumber memberikan insight serta outlook terkait keadaan politik dan ekonomi 2026 ini. Agus berharap, dari kedua narasumber ini para peserta bisa membuat keputusan yang lebih bijak dengan menggali insight dari outlook ekonomi dan politik negara saat ini.
"Mereka yang hadir pada acara ini diharapkan juga mendapatkan insight pada saat mereka membuat keputusan ternyata ada variabel yang lain semisal geopolitik, perang, tarif impor dan lainnya," katanya.
Ekonom Ferry Latuhihin berpendapat kondisi ekonomi 2026 justru tidak baik-baik saja. Ferry memaparkan, pertumbuhan ekonomi kemungkinan tidak mencapai 3% tahun ini. "Outlook ke depan ini saya khawatir, prediksi saya di bawah 3% dan kemungkinan sampai 0%, the economy is extremely mismanaged," kata Ferry.
Ferry mengatakan nilai tukar Rupiah ke Dollar AS pun akan melemah tahun ini. Tak tanggung-tanggung, ia memprediksi 1 Dollar AS akan menyentuh nilai sekitar Rp20.000 pada kuartal 3. "Nah selebihnya, menurut saya ada kemungkinan besar dolar lari ke atas 20.000 pada kuartal 3, dan ini prediksi saya ya," kata Ferry.
(cip)
Lihat Juga :