PM Albanese Tawarkan Prabowo Agar Perwira Senior TNI Bisa Bertugas di Militer Australia

Jum'at, 06 Februari 2026 - 14:53 WIB
loading...
PM Albanese Tawarkan...
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese usai menandatangani traktat keamanan bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto/BPMI Setpres
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menandatangani traktat keamanan bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Salah satu poin penting dalam perjanjian tersebut adalah tawaran penugasan perwira senior Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lingkungan militer Australia.

PM Albanese menyatakan bahwa tawarkan posisi penugasan terintegrasi atau embedded position bagi perwira senior TNI di Angkatan Pertahanan Australia atau Australian Defence Force (ADF) mencerminkan sekaligus memperkuat tingkat kepercayaan antara kedua negara.

Baca juga: Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia

“Termasuk menawarkan untuk menetapkan posisi penugasan terintegrasi (embedded position) yang baru bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia, yang mencerminkan dan memperkuat kepercayaan antara kedua negara kita,” ujar Albanese saat pernyataan pers bersama.



Albanese menegaskan, hubungan Indonesia dan Australia kini telah melampaui sekadar kemitraan strategis. Menurutnya, kedua negara merupakan sahabat dekat yang diikat oleh kepentingan bersama, termasuk sebagai negara bertetangga dengan salah satu batas maritim terpanjang di dunia. “Namun hari ini, kita lebih dari sekadar mitra, kita adalah sahabat dekat,” katanya.

Sementara itu, Prabowo pun menyambut baik perjanjian tersebut dan menekankan pentingnya hubungan yang dibangun atas dasar saling percaya dan itikad baik. Ia menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk menjalin persahabatan dengan semua negara dan tidak menginginkan konflik dengan pihak mana pun.

Baca juga: Pertemuan Prabowo-PM Australia Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Ekonomi

“Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan dan kita memilih membangun hubungan tersebut atas dasar saling percaya dan itikad baik Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak ingin punya musuh manapun,” ucap Prabowo.

Prabowo meyakini traktat keamanan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas kawasan. Selain isu pertahanan, kedua pemimpin negara juga membahas kerja sama di sektor pertanian.

“Pertemuan hari ini saya dan PM Albanese juga membahas berbagai agenda prioritas bersama di bidang pertanian saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joined venture di sektor pertanian di kedua negara guna mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan kita,” pungkasnya.

Selain itu Australia juga akan mendukung pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam melaksanakan latihan militer gabungan dengan negara mitra, termasuk Australia. Adapun kerja sama pendidikan militer juga akan diperluas untuk membangun hubungan dan pemahaman di antara pemimpin militer di masa depan.

Dalam kesempatan itu, Albanese juga menjelaskan bahwa kerja sama pertahanan antara dua negara telah terjalin selama tiga dekade, yaitu sejak pemerintahan Paul Keating dan Presiden Soeharto pada 1995. Sehingga penandatanganan traktat ini menjadi momen bersejarah antar dua negara.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Rekomendasi
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved