Muktamar ke-35 NU, KH Ma'ruf Amin-Abdussalam Dinilai Bisa Kembalikan Jati Diri NU

Kamis, 05 Februari 2026 - 19:20 WIB
loading...
Muktamar ke-35 NU, KH...
Kinerja Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021-2026 terus menjadi sorotan. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Kinerja Pengurus Besar Nadhlatul Ulama ( PBNU ) masa khidmat 2021-2026 terus menjadi sorotan, terutama dalam satu tahun terakhir. Nahdliyyin melihat dan merasakan dampak dari penyelenggaraan jam’iyyah di arus bawah.

"Publik NU merindukan kepemimpinan yang teduh, mengakar dan kharismatik dengan kualitas pemimpin yang berkarakter serta bisa membangkitkan kebangggan terhadap organisasi. Kalaupun tidak sama dengan pendahulu NU, setidaknya tidak jauh mengikuti jejak kepemimpinan dan keteladanan mereka," ujar Koordinator Bidang (Korbid) Pengkaderan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) 2018-2023, Ahmad Samsul Rijal, Kamis (5/2/2026).

Ahmad Samsul Rijal menyebut, PBNU masih dibelit isu infiltrasi zionisme melalui organisasi. Ditambah isu dukungan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya terhadap masalah krusial; keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bikinan Donald Trum untuk mengkonsolidasi kepentingan Amerika dan Israel, atas nama perdamaian di Gaza, Palestina.

Baca juga: PBNU: Iuran Keanggotaan Indonesia di BoP untuk Membangun Gaza

"Belitan masalah di PBNU merupakan buah dari kepemimpinan yang melompat-lompat bagai politisi; membawa NU di luar arena khidmat yang semestinya. Lapangan khidmat yang utama tidak tergarap dengan baik, bahkan cenderung terabaikan, yakni membangkitkan ekonomi nahdliyyin, solidaritas di sektor kesehatan, sosial-budaya, spiritualitas dan lain-lain," ujar Katib Syuriyah PCNU Jombang, 2017-2022 itu.

Sekretaris Forum Silaturrohim Kiai dan Pesantren (Forsikap) itu menyebut Nahdliyyin berharap Muktamar ke-35 NU pada Juli 2026 atau sebelumnya menjadi forum refleksi dan pergantian kepemimpinan PBNU. "Nahdliyyin berharap pengganti pemimpin PBNU nanti, adalah figur-figur yang bisa mengembalikan jati diri NU, menguatkan peran secara efektif, dan menjawab tantangan jaman," katanya.

Lihat video: Gus Yahya Singgung Hujan Pagi Ini dan Dinamika di PBNU: Tak Kalah Lebatnya


Ahmad Samsul Rijal melihat KH Ma’ruf Amin dan KH Abdussalam Shohib, merupakan pasangan ideal. Keduanya tokoh dengan kepribadian yang bisa memenuhi harapan Nahdliyyin untuk memimpin PBNU ke depan.

"Beliau berdua bisa mengembalikan jati diri NU yang dibanggakan nahdliyyin, menguatkan akar jam’iyyah, dan menjawab tantangan zaman dengan peran PBNU lebih efektif," katanya.

Ketua Pengurus Yayasan Islamic Center for Democracy and Human Rights Empowerment menilai, KH Ma’ruf Amin dikenal ulama konseptor ekonomi syariah Indonesia dan pelopor industri keuangan syariah. Dengan ragam ilmu dan keahlian, beliau ingin Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia dengan prinsip keadilan, keumatan, dan kedaulatan.

"Beliau Allamah, menguasai disiplin ilmu agama yang luas dan mendalam dengan sanad keilmuan yang terpercaya. Beliau pernah menjadi Rais Aam PBNU masa khidmat 2015-2020, namun tahun 2018 beliau mundur karena diminta menjadi Cawapres, dan akhirnya menjadi Wapres 2019-2024. Desember 2025, beliau juga mundur dari Ketua Dewan Syuro DPP PKB dan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan alasan lama mengabdi dan menghendaki regenerasi," katanya.

Sementara KH Abdussalam Shohib, dikenal Gus Salam, adalah pengasuh, melanjutkan kepengasuhan PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang, yang didirikan kakeknya, KH Bishri Syansuri, salah satu muassis NU. Beliau dua kali berkhidmat di jajaran PBNU, namun lebih dikenal sebagai penggerak utama PWNU Jawa Timur dengan jabatan Wakil Ketua.

Progresvitas Gus Salam di NU terbentuk dari genetika darah pejuang dan pendiri NU. Ditempa di lingkungan pesantren, namun suka bergumul dengan para praktisi berbagai disiplin ilmu. Sehingga, pribadinya matang, terasah oleh pergaulan semua lapisan sosial, dari kalangan bawah hingga para tokoh-tokoh nasional.

“Gus Salam dan Gus Dur adalah sepupu adik-kakak dari gen keturunan Mbah Bishri Syansuri. Pribadinya unik dan kharismatik sebagai tokoh kiai muda yang energik, menyukai keilmuan dan kajian fiqh, namun selalu update pertandingan sepak bola dunia, terutama liga Eropa dan Amerika,” katanya.

Saat menjadi wakil ketua PWNU Jawa Timur, Gus Salam adalah inisiator, konseptor dan penggerak prioritas Program Panca Gerak berbasis inisiatif, kreativitas dan inovasi nahdliyyin di Jawa Timur. Gus Salam meyakini jiwa ‘nahdloh (bangkit)’ telah tertanam di warga jama’ah NU, hanya perlu difasilitasi, diorganisir, dikelola, dan diarahkan lebih efektif agar terbentuk kemandirian jama’ah, dan berdampak pada kemandirian jam’iyyah.

Panca Gerak itu memprioritaskan; pengkaderan dan pendataan berbasis IT serta pendidikan berkualitas di lingkungan LP Ma’arif dan beasiswa santri bermitra dengan banyak perguruan tinggi. Kemandirian ekonomi jama’ah terikat jam’iyyah dijalankan salah satunya dengan perluasan KSPPS BMT NU di semua cabang dan BPRS untuk menopang sirkulasi ekonomi warga NU.

Di bidang kesehatan dan kesejahteraan, mendorong berdirinya rumah sakit-rumah sakit NU dengan memfasilitasi pendirian klinik pratama berbasis komunitas maupun pesantren sebagai satelit rumah sakit NU. Serta, menggerakkan literasi dan dakwah berbasis IT sebagai wahana edukasi, promosi dan sosialisasi.

"Rekam jejak Prof. KH Ma’ruf Amin dan KH Abdussalam Shohib telah memenuhi kompetensi, kualifikasi dan spesifikasi sebagai pemimpin PBNU yang dibutuhkan untuk mengembalikan NU pada jati diri jam’iyyah, tujuan dan misi pendiriannya, serta pengembangan peran organisasi untuk menjawab tantangan jaman," tuturnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Rekomendasi
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved