Indonesia Jadi Hub Perdagangan dan Kolaborasi Ekonomi Dunia Islam di Asia Pasifik
Rabu, 04 Februari 2026 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Industri halal Indonesia terus berkembang dengan momentum yang kuat. Hingga Triwulan II 2025, jumlah industri halal mencapai 140.944 perusahaan dengan 584.552 produk bersertifikasi halal, menunjukkan ekosistem yang semakin matang dan terintegrasi.
Dukungan terhadap peran Indonesia juga datang dari pemangku kepentingan internasional. Presiden Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) dan Chairman of the Federation of Saudi Chambers of Commerce Abdullah Saleh Kamel menyatakan dukungannya terhadap peran Indonesia dalam memperkuat integrasi ekonomi di dunia Islam melalui B57+ Asia-Pacific Regional Chapter.
Dia menilai inisiatif ini sebagai langkah penting menuju kolaborasi bisnis lintas negara yang lebih terstruktur.
Di tingkat nasional, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga memberikan dukungan bahwa inisiatif B57+ sejalan dengan prinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan, kerja sama, dan keterkaitan dengan sektor riil. Dia juga menekankan pentingnya ekonomi halal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan memenuhi permintaan dunia usaha.
“Ekonomi halal merupakan salah satu penggerak penting perekonomian Indonesia. Dengan basis pasar yang besar dan terintegrasi dari hulu ke hilir, ekonomi halal mampu mendorong pertumbuhan, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global,” ungkapnya.
Dukungan terhadap peran Indonesia juga datang dari pemangku kepentingan internasional. Presiden Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) dan Chairman of the Federation of Saudi Chambers of Commerce Abdullah Saleh Kamel menyatakan dukungannya terhadap peran Indonesia dalam memperkuat integrasi ekonomi di dunia Islam melalui B57+ Asia-Pacific Regional Chapter.
Dia menilai inisiatif ini sebagai langkah penting menuju kolaborasi bisnis lintas negara yang lebih terstruktur.
Di tingkat nasional, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga memberikan dukungan bahwa inisiatif B57+ sejalan dengan prinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan, kerja sama, dan keterkaitan dengan sektor riil. Dia juga menekankan pentingnya ekonomi halal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan memenuhi permintaan dunia usaha.
“Ekonomi halal merupakan salah satu penggerak penting perekonomian Indonesia. Dengan basis pasar yang besar dan terintegrasi dari hulu ke hilir, ekonomi halal mampu mendorong pertumbuhan, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global,” ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :