Prabowo: Indonesia Harus Waspada Gejolak Dunia, Teguh Politik Bebas Aktif
Senin, 02 Februari 2026 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
Presiden mengingatkan konflik berskala global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir akan berdampak luas bahkan bagi negara-negara yang tidak terlibat langsung. Dampak tersebut dapat berupa kontaminasi lingkungan, gangguan pangan dan perikanan, hingga perubahan iklim ekstrem akibat fenomena nuclear winter yang berpotensi berlangsung puluhan tahun.
Dalam konteks tersebut, Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif serta prinsip nonblok. Indonesia tidak akan bergabung dalam pakta militer mana pun dan akan terus mengedepankan persahabatan dengan seluruh bangsa. “Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ucapnya.
Menurut dia, sikap nonblok dan persahabatan global juga menuntut kemandirian nasional yang kuat. Jika Indonesia memilih tidak bergantung pada aliansi militer, maka bangsa ini harus mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri sebagaimana ditekankan oleh Presiden Soekarno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Dunia internasional saat ini tidak selalu berjalan berdasarkan prinsip ideal melainkan realitas kekuatan. “Saya selalu mengingatkan, mengajarkan, yang berlaku di dunia ini sekarang adalah yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita,” katanya.
Karena itu, Prabowo menegaskan kewajibannya untuk menjaga keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia dengan kebijakan rasional, tenang, dan tidak emosional. “Kita tidak bisa emosional, kita tidak bisa terlalu idealis karena yang berlaku adalah dunia nyata. Karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif serta prinsip nonblok. Indonesia tidak akan bergabung dalam pakta militer mana pun dan akan terus mengedepankan persahabatan dengan seluruh bangsa. “Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ucapnya.
Menurut dia, sikap nonblok dan persahabatan global juga menuntut kemandirian nasional yang kuat. Jika Indonesia memilih tidak bergantung pada aliansi militer, maka bangsa ini harus mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri sebagaimana ditekankan oleh Presiden Soekarno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Dunia internasional saat ini tidak selalu berjalan berdasarkan prinsip ideal melainkan realitas kekuatan. “Saya selalu mengingatkan, mengajarkan, yang berlaku di dunia ini sekarang adalah yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita,” katanya.
Karena itu, Prabowo menegaskan kewajibannya untuk menjaga keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia dengan kebijakan rasional, tenang, dan tidak emosional. “Kita tidak bisa emosional, kita tidak bisa terlalu idealis karena yang berlaku adalah dunia nyata. Karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :