Mensesneg: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Nasional Tak Bahas Revisi UU KPK
Senin, 02 Februari 2026 - 10:55 WIB
loading...
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para tokoh nasional tidak membahas mengenai revisi UU KPK. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para tokoh nasional tidak membahas mengenai revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Diketahui, sebelumnya Presiden Prabowo bertemu dengan sejumlah tokoh nasional salah satunya mantan Ketua KPK Abraham Samad di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara IV, pada Jumat, 30 Januari 2026.
“Enggak, kemarin tidak, tidak membicarakan itu,” tegas Prasetyo saat dikonfirmasi awak media di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).
Baca juga: Abraham Samad Bertemu Prabowo Bahas soal Penguatan KPK
Prasetyo menyatakan dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan para tokoh nasional fokus pembicaraan lebih kepada pemetaan masalah pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Tapi lebih kepada bagaimana kita, beliau mendapatkan penjelasan-penjelasan karena bagaimanapun beliau punya pengalaman dalam hal pemberantasan korupsi. Jadi, beliau ingin mendapatkan penjelasan dan bagaimana ini sekali lagi korupsi adalah pekerjaan rumah bagi kita semuanya,” paparnya.
Lihat video: PRABOWO: KORUPSI JADI KEJAHATAN SISTEMIK
Prasetyo pun memastikan tidak ada tokoh partai politik dalam daftar pertemuan kali ini. Para tokoh yang hadir mewakili kepakaran dan pengalaman profesional mereka, di antaranya Pakar Kepemiluan yang juga Peneliti Senior BRIN Siti Zuhro, Mantan Ketua KPK Abraham Samad, hingga mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Purn Susno Duadji.
“Tokoh parpol tidak ada. Jadi, kemarin tokoh-tokoh Kepemiluan, ada Prof. Siti Zuhro. Kemudian juga tokoh pemberantasan Korupsi, mantan Ketua KPK, Bapak Abraham Samad. Kemudian juga tokoh Kepolisian, mantan Kabareskrim, Bapak Susno. Ada beberapa yang nanti juga akan terus apa namanya, kita lanjutkan dengan tokoh-tokoh yang lain,” katanya.
Menurut Prasetyo, pertemuan ini merupakan cara Presiden Prabowo untuk menyerap aspirasi sekaligus menyosialisasikan program pemerintah. Pertemuan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup untuk mendiskusikan berbagai persoalan bangsa.
“Nah, inilah cara Bapak Presiden selama ini juga berkomunikasi, ada yang terbuka, ada yang tertutup, dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden yang semua berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara, kepada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Diketahui, sebelumnya Presiden Prabowo bertemu dengan sejumlah tokoh nasional salah satunya mantan Ketua KPK Abraham Samad di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara IV, pada Jumat, 30 Januari 2026.
“Enggak, kemarin tidak, tidak membicarakan itu,” tegas Prasetyo saat dikonfirmasi awak media di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).
Baca juga: Abraham Samad Bertemu Prabowo Bahas soal Penguatan KPK
Prasetyo menyatakan dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan para tokoh nasional fokus pembicaraan lebih kepada pemetaan masalah pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Tapi lebih kepada bagaimana kita, beliau mendapatkan penjelasan-penjelasan karena bagaimanapun beliau punya pengalaman dalam hal pemberantasan korupsi. Jadi, beliau ingin mendapatkan penjelasan dan bagaimana ini sekali lagi korupsi adalah pekerjaan rumah bagi kita semuanya,” paparnya.
Lihat video: PRABOWO: KORUPSI JADI KEJAHATAN SISTEMIK
Prasetyo pun memastikan tidak ada tokoh partai politik dalam daftar pertemuan kali ini. Para tokoh yang hadir mewakili kepakaran dan pengalaman profesional mereka, di antaranya Pakar Kepemiluan yang juga Peneliti Senior BRIN Siti Zuhro, Mantan Ketua KPK Abraham Samad, hingga mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Purn Susno Duadji.
“Tokoh parpol tidak ada. Jadi, kemarin tokoh-tokoh Kepemiluan, ada Prof. Siti Zuhro. Kemudian juga tokoh pemberantasan Korupsi, mantan Ketua KPK, Bapak Abraham Samad. Kemudian juga tokoh Kepolisian, mantan Kabareskrim, Bapak Susno. Ada beberapa yang nanti juga akan terus apa namanya, kita lanjutkan dengan tokoh-tokoh yang lain,” katanya.
Menurut Prasetyo, pertemuan ini merupakan cara Presiden Prabowo untuk menyerap aspirasi sekaligus menyosialisasikan program pemerintah. Pertemuan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup untuk mendiskusikan berbagai persoalan bangsa.
“Nah, inilah cara Bapak Presiden selama ini juga berkomunikasi, ada yang terbuka, ada yang tertutup, dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden yang semua berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara, kepada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :