Mensesneg Ungkap Alasan Presiden Prabowo Temui Abraham Samad, Susno Duadji, hingga Siti Zuhro
Senin, 02 Februari 2026 - 10:54 WIB
loading...
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi terkait kabar Presiden Prabowo Subianto yang baru-baru ini menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
BOGOR - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi terkait kabar Presiden Prabowo Subianto yang baru-baru ini menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh. Prasetyo menegaskan bahwa tokoh-tokoh yang ditemui Presiden bukanlah tokoh oposisi, melainkan tokoh nasional yang memiliki kepedulian tinggi di bidangnya masing-masing.
“Bukan, enggak, bukan, bukan tokoh oposisi. Tapi beliau bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian di bidangnya masing-masing,” tegas Prasetyo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).
Menurut Prasetyo, gaya komunikasi ini merupakan cara Presiden Prabowo untuk menyerap aspirasi sekaligus menyosialisasikan program pemerintah. Pertemuan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup untuk mendiskusikan berbagai persoalan bangsa.
Baca juga: Isi Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Said Didu: Diskusi Reformasi Polri hingga BoP Gaza
“Nah, inilah cara Bapak Presiden selama ini juga berkomunikasi, ada yang terbuka, ada yang tertutup, dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden yang semua berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara, kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Prasetyo pun memastikan tidak ada tokoh partai politik dalam daftar pertemuan kali ini. Para tokoh yang hadir mewakili kepakaran dan pengalaman profesional mereka, di antaranya Pakar Kepemiluan yang juga Peneliti Senior BRIN Siti Zuhro, Mantan Ketua KPK Abraham Samad, hingga Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji.
“Tokoh parpol tidak ada. Jadi, kemarin tokoh-tokoh Kepemiluan, ada Prof. Siti Zuhro. Kemudian juga tokoh pemberantasan Korupsi, mantan Ketua KPK, Bapak Abraham Samad. Kemudian juga tokoh Kepolisian, mantan Kabareskrim, Bapak Susno. Ada beberapa yang nanti juga akan terus apa namanya, kita lanjutkan dengan tokoh-tokoh yang lain,” tegasnya.
Sementara itu, Prasetyo meluruskan isu bahwa dalam pertemuan itu dibahas mengenai revisi UU KPK. Ia menyatakan bahwa fokus pembicaraan lebih kepada pemetaan masalah pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Enggak, kemarin tidak, tidak membicarakan itu. Tapi lebih kepada bagaimana kita, beliau mendapatkan penjelasan-penjelasan karena bagaimanapun beliau punya pengalaman dalam hal pemberantasan korupsi. Jadi, beliau ingin mendapatkan penjelasan dan bagaimana ini sekali lagi korupsi adalah pekerjaan rumah bagi kita semuanya,” pungkasnya.
“Bukan, enggak, bukan, bukan tokoh oposisi. Tapi beliau bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian di bidangnya masing-masing,” tegas Prasetyo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).
Menurut Prasetyo, gaya komunikasi ini merupakan cara Presiden Prabowo untuk menyerap aspirasi sekaligus menyosialisasikan program pemerintah. Pertemuan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup untuk mendiskusikan berbagai persoalan bangsa.
Baca juga: Isi Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Said Didu: Diskusi Reformasi Polri hingga BoP Gaza
“Nah, inilah cara Bapak Presiden selama ini juga berkomunikasi, ada yang terbuka, ada yang tertutup, dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden yang semua berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara, kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Prasetyo pun memastikan tidak ada tokoh partai politik dalam daftar pertemuan kali ini. Para tokoh yang hadir mewakili kepakaran dan pengalaman profesional mereka, di antaranya Pakar Kepemiluan yang juga Peneliti Senior BRIN Siti Zuhro, Mantan Ketua KPK Abraham Samad, hingga Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji.
“Tokoh parpol tidak ada. Jadi, kemarin tokoh-tokoh Kepemiluan, ada Prof. Siti Zuhro. Kemudian juga tokoh pemberantasan Korupsi, mantan Ketua KPK, Bapak Abraham Samad. Kemudian juga tokoh Kepolisian, mantan Kabareskrim, Bapak Susno. Ada beberapa yang nanti juga akan terus apa namanya, kita lanjutkan dengan tokoh-tokoh yang lain,” tegasnya.
Sementara itu, Prasetyo meluruskan isu bahwa dalam pertemuan itu dibahas mengenai revisi UU KPK. Ia menyatakan bahwa fokus pembicaraan lebih kepada pemetaan masalah pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Enggak, kemarin tidak, tidak membicarakan itu. Tapi lebih kepada bagaimana kita, beliau mendapatkan penjelasan-penjelasan karena bagaimanapun beliau punya pengalaman dalam hal pemberantasan korupsi. Jadi, beliau ingin mendapatkan penjelasan dan bagaimana ini sekali lagi korupsi adalah pekerjaan rumah bagi kita semuanya,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :