Sekber GKSR Bahas PT dan Pilkada, OSO: Satu Suara Tak Boleh Dicederai, Apalagi Hilang

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:25 WIB
loading...
Sekber GKSR Bahas PT...
Ketum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo; Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO); hingga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menggelar pertemuan bahas PT dan Pilkada. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Sebanyak delapan partai politik nonparlemen yang bernanung di Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) menggelar pertemuan. Dalam pertemuan itu, mereka membahas mekanisme pilkada hingga ambang batas parlemen.

Pertemuan yang digelar secara tertutup itu, turut dihadiri oleh Ketua Umum DPP Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo; Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO); hingga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.

"Ya, khusus untuk pilkada dan parliamentary threshold, itu khusus ini hari dibicarakan. Dan ini sangat penting, karena terus terang saja, parliamentary threshold itu juga merusak sistem," ujar OSO usai pertemuan di Sekber GKSR, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026) sore.

Baca juga: Sekber GKSR Diresmikan, OSO: Satu Kekuatan Mewakili 17 Juta Suara Rakyat yang Tidak Terakomodir

OSO meyakini, publik akan tumbuh kesadaran tak pentingnya ambang batas. "Nah, nanti kan ada kesadaran, 'Loh, kalau orang sudah menang, sudah kuat, sudah, kenapa takut dengan 0 atau minimal 1% umpamanya, parliamentary threshold" ucapnya.

"Ya, apa yang dikhawatirkan? Enggak akan hilang kok suara yang sudah besar. Ya, kan? Dan enggak akan mengecilkan suara yang kecil," tambahnya.

OSO menegaskan, tak boleh ada suara rakyat yang diciderai, apalagi hilang seperti Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. OSO pun menyatakan, partai yang tergabung dalam Sekber GKSR tak ingin satu suara rakyat hilang.

Lihat video: Perindo Pimpin Peresmian Sekber GKSR Bersama Partai Nonparlemen


"Satu pun suara tidak boleh lagi dicederai, apalagi jutaan suara yang hilang. Seperti sekarang ini 17 juta suara yang hilang. Dan mereka enggak mau, teman-teman saya ini enggak mau lagi, partai non-parlemen ini sudah enggak mau lagi hilang suara rakyat," tegas OSO.

"Nah, kalau yang mau hilangkan suara rakyat, itu pasti mengkhianati bangsa. Itu terus terang saja. Itu sikap dari ini," imbuhnya.

Selain penghapusan ambang batas parlemen, pihaknya juga membahas mekanisme pilkada. Namun, OSO menyampaikan, pihaknya belum menentukan sikap terkait isu tersebut.

"Karena ini masih ada yang kita tunggu, lantas kita juga akan ketemu pada profesional-profesional, baik dari segi politik, hukum, budaya bangsa Indonesia, untuk bagaimana merangkum sehingga dapat diterima oleh anak-anak bangsa," ucap OSO.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Tama Langkun Dukung...
Tama Langkun Dukung Penegakan Hukum di BGN, Minta MBG Tetap Fokus untuk Rakyat
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Rekomendasi
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
50.000 Tentara Israel...
50.000 Tentara Israel Tak Mampu Rebut Satu Desa Pun di Lebanon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved