Pidato di Davos, Prabowo: Kita Berkumpul saat Dunia Penuh Ketidakpastian

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:18 WIB
loading...
Pidato di Davos, Prabowo:...
Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pembicara kunci dalam ajang bergengsi World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pembicara kunci dalam ajang bergengsi World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026). Dalam pidato pembukaannya Presiden Prabowo menyoroti kondisi geopolitik dunia yang sedang berada dalam titik nadir.

“Kita berkumpul di sini di Davos di tengah masa ketidakpastian yang besar. Masa di mana perang terus berkecamuk. Masa di mana kepercayaan antarnegara, antarinstitusi, dan antarmanusia sedang rapuh,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin dunia dan tokoh ekonomi global.

Prabowo menekankan bahwa stabilitas keamanan global adalah harga mati untuk mencapai kesejahteraan. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada negara yang bisa membangun ekonomi di atas puing-puing konflik.

Baca juga: Presiden Prabowo: Dewan Perdamaian untuk Kurangi Penderitaan Rakyat Gaza

“Sejarah mengajarkan kita perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian,” tegasnya.

Meski mengakui dunia sedang tidak baik-baik saja akibat pengetatan kondisi keuangan, ketegangan perdagangan, dan gejolak politik, Prabowo membawa kabar optimis mengenai kondisi ekonomi dalam negeri. Ia mengutip penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang memberikan rapor hijau bagi Indonesia.

“Baru-baru ini IMF menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan’,” kata Prabowo.

Lihat video: Prabowo Bertemu Wakil PM Inggris, Pertemuan Digelar Tertutup


Ia memaparkan data konkret di mana ekonomi Indonesia secara konsisten tumbuh di atas 5 persen setiap tahun selama satu dekade terakhir. “Dan saya yakin bahwa tahun ini pertumbuhan kita akan jauh lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Optimisme tersebut didukung oleh angka inflasi yang tetap terjaga di kisaran 2 persen serta defisit anggaran pemerintah yang berhasil ditekan di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, pengakuan lembaga internasional terhadap Indonesia bukanlah berdasarkan optimisme kosong, melainkan berdasarkan bukti nyata dan kebijakan yang terukur (well-calibrated).

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menjamin kredibilitas Indonesia dalam kancah keuangan internasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam memenuhi kewajiban finansialnya.

“Dalam sejarah kami, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak satu kali pun. Rezim yang baru selalu membayar utang dari rezim sebelumnya. Presiden demi presiden akan selalu menghormati kewajiban utang dari pemerintahan sebelumnya,” jelasnya, menekankan keberlanjutan pemerintahan di Indonesia.

Presiden Prabowo memperkenalkan “Danantara Indonesia”, sebuah Sovereign Wealth Fund (SWF) atau dana kekayaan kedaulatan yang baru didirikan pada Februari tahun lalu. Danantara, yang berarti “energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia”, kini memiliki aset kelolaan mencapai satu triliun dolar AS.

“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia kini bukan hanya sekadar negeri yang damai dan stabil. Indonesia kini semakin menjadi negeri yang penuh peluang,” pungkas Prabowo.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rekomendasi
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved