Pidato di Davos, Prabowo: Kita Berkumpul saat Dunia Penuh Ketidakpastian
Kamis, 22 Januari 2026 - 21:18 WIB
loading...
A
A
A
Meski mengakui dunia sedang tidak baik-baik saja akibat pengetatan kondisi keuangan, ketegangan perdagangan, dan gejolak politik, Prabowo membawa kabar optimis mengenai kondisi ekonomi dalam negeri. Ia mengutip penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang memberikan rapor hijau bagi Indonesia.
“Baru-baru ini IMF menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan’,” kata Prabowo.
Lihat video: Prabowo Bertemu Wakil PM Inggris, Pertemuan Digelar Tertutup
Ia memaparkan data konkret di mana ekonomi Indonesia secara konsisten tumbuh di atas 5 persen setiap tahun selama satu dekade terakhir. “Dan saya yakin bahwa tahun ini pertumbuhan kita akan jauh lebih tinggi lagi,” tambahnya.
Optimisme tersebut didukung oleh angka inflasi yang tetap terjaga di kisaran 2 persen serta defisit anggaran pemerintah yang berhasil ditekan di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, pengakuan lembaga internasional terhadap Indonesia bukanlah berdasarkan optimisme kosong, melainkan berdasarkan bukti nyata dan kebijakan yang terukur (well-calibrated).
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menjamin kredibilitas Indonesia dalam kancah keuangan internasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam memenuhi kewajiban finansialnya.
“Baru-baru ini IMF menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan’,” kata Prabowo.
Lihat video: Prabowo Bertemu Wakil PM Inggris, Pertemuan Digelar Tertutup
Ia memaparkan data konkret di mana ekonomi Indonesia secara konsisten tumbuh di atas 5 persen setiap tahun selama satu dekade terakhir. “Dan saya yakin bahwa tahun ini pertumbuhan kita akan jauh lebih tinggi lagi,” tambahnya.
Optimisme tersebut didukung oleh angka inflasi yang tetap terjaga di kisaran 2 persen serta defisit anggaran pemerintah yang berhasil ditekan di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, pengakuan lembaga internasional terhadap Indonesia bukanlah berdasarkan optimisme kosong, melainkan berdasarkan bukti nyata dan kebijakan yang terukur (well-calibrated).
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menjamin kredibilitas Indonesia dalam kancah keuangan internasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam memenuhi kewajiban finansialnya.
Lihat Juga :