Prabowo Rampungkan Agenda di Inggris, Lanjutkan Lawatan ke Swiss
Kamis, 22 Januari 2026 - 06:45 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan ke Davos, Swiss untuk menghadiri World Economic Forum. Sebelumnya, Prabowo melakukan kunjungan ke London, Inggris. Foto/BPMI Setpres
A
A
A
LONDON - Presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan ke Davos, Swiss untuk menghadiri World Economic Forum. Sebelumnya, Prabowo mengunjungi London, Inggris .
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo akan berbicara di depan lebih dari 65 kepala negara dan lebih dari 1.000 CEO perusahaan besar dunia.
"Tapi intinya besok tanggal 22 (Januari), Bapak Presiden akan ke Davos, ke Swiss, mengikuti dan beliau akan berbicara dalam World Economic Forum, dihadiri oleh lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan, kemudian ada lebih dari 1.000 CEO besar perusahaan di dunia," ungkap Seskab Teddy dalam keterangannya.
Baca Juga: Momen Larry The Cat Ikut Sambut Prabowo di Downing Street
Seskab Teddy mengatakan bahwa Presiden Prabowo akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang sudah diterapkan selama sebelum menjadi dan setelah menjadi orang nomor satu di Indonesia itu.
"Dan beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini. Dan itu beliau sebut dengan Prabowo-nomics, jadi anda lihat aja besok," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melakukan berbagai pertemuan di Londong, Inggris, termasuk di antaranya pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan sekaligus bertemu dengan Raja Inggris Charles III di Lancaster House, London.
Dalam forum tersebut, Prabowo dan Raja Charles menerima pemaparan mengenai Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan yang disampaikan oleh CEO Circular Bioeconomy Alliance, Marc Palahi.
Seusai pemaparan, keduanya berinteraksi dengan sejumlah pengusaha dan filantropi lingkungan yang tergabung dalam UK–Indonesia Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI).
Kehadiran Prabowo dalam forum ini menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pelestarian satwa liar dan konservasi lingkungan.
Konservasi Gajah Peusangan merupakan program kolaborasi antara pemerintah Indonesia, WWF Indonesia, serta berbagai mitra, termasuk pemerintah Inggris, yang bertujuan melindungi keberadaan gajah Sumatra.
Program ini diarahkan untuk membangun koridor satwa liar yang aman, memitigasi konflik manusia dan gajah, serta menjaga habitat penting yang tersisa bagi gajah Sumatra. Pendekatan konservasi ini juga mendukung rehabilitasi hutan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal.
Pertemuan antara Prabowo dan Raja Charles menjadi simbol kuat dukungan politik dan moral terhadap upaya konservasi Gajah Peusangan, sekaligus memperkuat kemitraan internasional dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo akan berbicara di depan lebih dari 65 kepala negara dan lebih dari 1.000 CEO perusahaan besar dunia.
"Tapi intinya besok tanggal 22 (Januari), Bapak Presiden akan ke Davos, ke Swiss, mengikuti dan beliau akan berbicara dalam World Economic Forum, dihadiri oleh lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan, kemudian ada lebih dari 1.000 CEO besar perusahaan di dunia," ungkap Seskab Teddy dalam keterangannya.
Baca Juga: Momen Larry The Cat Ikut Sambut Prabowo di Downing Street
Seskab Teddy mengatakan bahwa Presiden Prabowo akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang sudah diterapkan selama sebelum menjadi dan setelah menjadi orang nomor satu di Indonesia itu.
"Dan beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini. Dan itu beliau sebut dengan Prabowo-nomics, jadi anda lihat aja besok," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melakukan berbagai pertemuan di Londong, Inggris, termasuk di antaranya pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan sekaligus bertemu dengan Raja Inggris Charles III di Lancaster House, London.
Dalam forum tersebut, Prabowo dan Raja Charles menerima pemaparan mengenai Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan yang disampaikan oleh CEO Circular Bioeconomy Alliance, Marc Palahi.
Seusai pemaparan, keduanya berinteraksi dengan sejumlah pengusaha dan filantropi lingkungan yang tergabung dalam UK–Indonesia Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI).
Kehadiran Prabowo dalam forum ini menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pelestarian satwa liar dan konservasi lingkungan.
Konservasi Gajah Peusangan merupakan program kolaborasi antara pemerintah Indonesia, WWF Indonesia, serta berbagai mitra, termasuk pemerintah Inggris, yang bertujuan melindungi keberadaan gajah Sumatra.
Program ini diarahkan untuk membangun koridor satwa liar yang aman, memitigasi konflik manusia dan gajah, serta menjaga habitat penting yang tersisa bagi gajah Sumatra. Pendekatan konservasi ini juga mendukung rehabilitasi hutan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal.
Pertemuan antara Prabowo dan Raja Charles menjadi simbol kuat dukungan politik dan moral terhadap upaya konservasi Gajah Peusangan, sekaligus memperkuat kemitraan internasional dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
(zik)
Lihat Juga :