Alissa Wahid: Jadikan Haji 2026 Pengalaman Terbaik bagi Jemaah Lansia
Selasa, 20 Januari 2026 - 14:42 WIB
loading...
Anggota Amirul Hajj Indonesia 2023 & 2024 sekaligus Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, meminta petugas PPIH menjadikan haji pengalaman terbaik bagi jemaah lansia. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menghadirkan haji yang ramah lansia dan perempuan bukan sekadar jargon teknis, melainkan sebuah panggilan kemanusiaan yang mendalam.
Anggota Amirul Hajj Indonesia 2023 & 2024 sekaligus Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, menekankan setiap petugas PPIH harus menyadari besarnya beban psikologis yang dipikul jemaah lansia.
Bagi banyak jemaah, ini adalah pengalaman pertama mereka keluar negeri, pertama kali naik pesawat, sekaligus berhadapan dengan tembok tinggi bernama gap teknologi di Tanah Suci.
Baca juga: Aksi Heroik Petugas Haji Tak Kenal Lelah Melayani Jemaah Lansia
Belum lagi kondisi fisik dan mental yang menurun, termasuk gejala demensia, menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kesabaran ekstra.
Alissa mengingatkan bahwa pelayanan harus dilakukan dengan sukacita dan sikap proaktif. Petugas diharapkan tidak hanya "menunggu bola", tetapi hadir menawarkan solusi dengan pembawaan yang kalem namun tetap awas (vigilant). Seragam petugas yang dikenakan adalah garansi bagi rasa aman jemaah, membuktikan bahwa negara hadir di setiap jengkal langkah mereka.
Lihat video: Keringanan Ibadah bagi Jemaah Calon Haji Lansia
"Perjalanan haji adalah impian setiap muslim. Berikanlah pengalaman terbaik bagi jemaah lansia kita," pesan Alissa dengan nada menyentuh.
Alissa mengingatkan para petugas bahwa bagi sebagian besar lansia, ini mungkin adalah perjalanan jauh terakhir dalam hidup mereka. Oleh karena itu, memastikan mereka pulang dengan senyum dan kenangan indah adalah ibadah yang tak ternilai harganya.
Anggota Amirul Hajj Indonesia 2023 & 2024 sekaligus Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, menekankan setiap petugas PPIH harus menyadari besarnya beban psikologis yang dipikul jemaah lansia.
Bagi banyak jemaah, ini adalah pengalaman pertama mereka keluar negeri, pertama kali naik pesawat, sekaligus berhadapan dengan tembok tinggi bernama gap teknologi di Tanah Suci.
Baca juga: Aksi Heroik Petugas Haji Tak Kenal Lelah Melayani Jemaah Lansia
Belum lagi kondisi fisik dan mental yang menurun, termasuk gejala demensia, menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kesabaran ekstra.
Alissa mengingatkan bahwa pelayanan harus dilakukan dengan sukacita dan sikap proaktif. Petugas diharapkan tidak hanya "menunggu bola", tetapi hadir menawarkan solusi dengan pembawaan yang kalem namun tetap awas (vigilant). Seragam petugas yang dikenakan adalah garansi bagi rasa aman jemaah, membuktikan bahwa negara hadir di setiap jengkal langkah mereka.
Lihat video: Keringanan Ibadah bagi Jemaah Calon Haji Lansia
"Perjalanan haji adalah impian setiap muslim. Berikanlah pengalaman terbaik bagi jemaah lansia kita," pesan Alissa dengan nada menyentuh.
Alissa mengingatkan para petugas bahwa bagi sebagian besar lansia, ini mungkin adalah perjalanan jauh terakhir dalam hidup mereka. Oleh karena itu, memastikan mereka pulang dengan senyum dan kenangan indah adalah ibadah yang tak ternilai harganya.
(cip)
Lihat Juga :