SBY: Perang Dunia III Sangat Mungkin Terjadi, Desak PBB Gelar Sidang Darurat
Selasa, 20 Januari 2026 - 09:45 WIB
loading...
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap dinamika global saat ini yang mengarah pada potensi pecahnya Perang Dunia III. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap dinamika global saat ini yang mengarah pada potensi pecahnya Perang Dunia III. SBY menyebut situasi dunia saat ini memiliki kemiripan yang mengkhawatirkan dengan kondisi jelang Perang Dunia I dan II.
"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah," kata SBY tulisnya di akun X pribadinya yang dikutip Selasa (20/1/2026).
Kendati demikian, kata SBY, hari ke hari, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit. Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini.
Baca juga: AS-Rusia di Ambang Perang Dunia III, Amerika Terbangkan Pesawat Kiamat
Misalnya, hal itu ditandai dengan munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas.
"Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi," tuturnya.
Pasalnya, banyak studi yang mengatakan jika terjadi perang dunia, perang total, dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia, bahkan tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.
Baca juga: Sinyal Perang Dunia III Menguat, Jerman Berambisi Memiliki Militer Terkuat di Eropa
"Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 miliar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya," ucap dia.
SBY mendorong adanya langkah konkret dari komunitas internasional. Secara khusus, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil inisiatif.
Lihat video: AS Turun Tangan, Perang Dunia III Tak Terhindarkan?
"Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru," kata SBY.
Meski mengakui saat ini PBB tampak tidak berdaya dan tak berkuasa, SBY berharap sejarah tidak mencatat lembaga internasional tersebut melakukan pembiaran. SBY mengingatkan kehancuran dunia sering kali terjadi bukan karena orang jahat, melainkan karena orang-orang baik memilih untuk diam.
"Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way," pungkasnya.
"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah," kata SBY tulisnya di akun X pribadinya yang dikutip Selasa (20/1/2026).
Kendati demikian, kata SBY, hari ke hari, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit. Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini.
Baca juga: AS-Rusia di Ambang Perang Dunia III, Amerika Terbangkan Pesawat Kiamat
Misalnya, hal itu ditandai dengan munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas.
"Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi," tuturnya.
Pasalnya, banyak studi yang mengatakan jika terjadi perang dunia, perang total, dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia, bahkan tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.
Baca juga: Sinyal Perang Dunia III Menguat, Jerman Berambisi Memiliki Militer Terkuat di Eropa
"Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 miliar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya," ucap dia.
SBY mendorong adanya langkah konkret dari komunitas internasional. Secara khusus, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil inisiatif.
Lihat video: AS Turun Tangan, Perang Dunia III Tak Terhindarkan?
"Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru," kata SBY.
Meski mengakui saat ini PBB tampak tidak berdaya dan tak berkuasa, SBY berharap sejarah tidak mencatat lembaga internasional tersebut melakukan pembiaran. SBY mengingatkan kehancuran dunia sering kali terjadi bukan karena orang jahat, melainkan karena orang-orang baik memilih untuk diam.
"Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :