Sikapi Serangan Stroke Butuh Kebijakan Politik Pemerintah
Minggu, 18 Januari 2026 - 22:03 WIB
loading...
Peringatan HUT ke-37 Yastroki ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Mayjen TNI (Purn) Tugas Ratmono di Prodia Tower, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Bencana kemanusiaan satu ini menelan banyak korban jiwa dan harta. Entah sampai kapan berakhir? Bencana dimaksudkan berupa serangan stroke .
Menyikapi fakta yang terus berlangsung, Yastroki mendesak pemerintah memberlakukan kebijakan politik demi meminimalisir fenomena yang sangat memprihatinkan. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) menyatakan stroke bukanlah penyakit.
Baca juga: Waspadai 3 Faktor Utama Penyebab Stroke
Jumlah korban dan kerugian dari tahun ke tahun meningkat. Kebijakan politik dibutuhkan berupa aturan yang mengharuskan semua rumah sakit memiliki fasilitas pertolongan, pengobatan, dan penanggulangan stroke.
"Komitmen Yastroki sejak awal berdiri hingga ke depan terus meningkatkan kepedulian berbagai elemen masyarakat melalui kolaborasi demi pencegahan, penanggulangan serta pemulihan penderita," ujar Ketua Umum Yastroki Mayjen TNI (Purn) Tugas Ratmono dalam peringatan HUT ke-37 Yastroki di Prodia Tower, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026).
Ke depan selain terus merealisasikan program pembagian bantuan 1.000 kursi roda juga menggerakkan aktivis berkompeten dalam pencegahan dan pertolongan. Targetnya sejuta orang pada lingkungan RT/RW pedesaan serta perkotaan se-Indonesia.
Cara yang bakal ditempuh melalui pembentukan cabang Yastroki di berbagai daerah demi mewujudkan Indonesia ramah stroke.
RS Ramah Stroke
Yastroki dalam kesempatan yang sama memberikan sertifikat penghargaan kepada pimpinan rumah sakit (RS) yang dinilai memiliki pelayanan ramah stroke dalam bentuk pertolongan, pengobatan dan pemulihan secara memadai bagi korban atau penderita.
Fasilitas pelayanan kesehatan tersebut terdiri dari RSPAD Gatot Subroto, RSCM, RS PON, RS Islam Cempaka Putih, RS Primaya Bekasi Timur, RS Mandaya Kebon Jeruk, dan RSUD Pasar Minggu.
Warga diimbau Yastroki agar bersikap Cerdik guna mencegah bencana stroke. Kepanjangannya, C - cek kesehatan rutin, E - enyahkan asap rokok, R - rajin aktivitas fisik, D-diet seimbang, I - istirahat cukup, dan K - kelola stres.
Bebani Perekonomian
Kasus stroke di Indonesia yang terus meningkat sangat membebani perekonomian. BPJS Kesehatan pada tahun 2022 menghabiskan sekitar Rp2,8 triliun. Menyusul rentang waktu tahun 2023 naik drastis hingga mencapai Rp5,2 triliun.
Jumlah sebanyak itu di luar beban ekonomi bagi rumah tangga yang anggota keluarganya korban stroke. Selain tidak produktif juga butuh biaya perawatan sehari-hari.
Persentase penderita dari jumlah penduduk tahun 2013 sebanyak 7 persen per 1.000 jiwa. Naik menjadi 10,9 persen pada tahun 2018 dan terus meningkat hingga kini.
Menyikapi fakta yang terus berlangsung, Yastroki mendesak pemerintah memberlakukan kebijakan politik demi meminimalisir fenomena yang sangat memprihatinkan. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) menyatakan stroke bukanlah penyakit.
Baca juga: Waspadai 3 Faktor Utama Penyebab Stroke
Jumlah korban dan kerugian dari tahun ke tahun meningkat. Kebijakan politik dibutuhkan berupa aturan yang mengharuskan semua rumah sakit memiliki fasilitas pertolongan, pengobatan, dan penanggulangan stroke.
"Komitmen Yastroki sejak awal berdiri hingga ke depan terus meningkatkan kepedulian berbagai elemen masyarakat melalui kolaborasi demi pencegahan, penanggulangan serta pemulihan penderita," ujar Ketua Umum Yastroki Mayjen TNI (Purn) Tugas Ratmono dalam peringatan HUT ke-37 Yastroki di Prodia Tower, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026).
Ke depan selain terus merealisasikan program pembagian bantuan 1.000 kursi roda juga menggerakkan aktivis berkompeten dalam pencegahan dan pertolongan. Targetnya sejuta orang pada lingkungan RT/RW pedesaan serta perkotaan se-Indonesia.
Cara yang bakal ditempuh melalui pembentukan cabang Yastroki di berbagai daerah demi mewujudkan Indonesia ramah stroke.
RS Ramah Stroke
Yastroki dalam kesempatan yang sama memberikan sertifikat penghargaan kepada pimpinan rumah sakit (RS) yang dinilai memiliki pelayanan ramah stroke dalam bentuk pertolongan, pengobatan dan pemulihan secara memadai bagi korban atau penderita.
Fasilitas pelayanan kesehatan tersebut terdiri dari RSPAD Gatot Subroto, RSCM, RS PON, RS Islam Cempaka Putih, RS Primaya Bekasi Timur, RS Mandaya Kebon Jeruk, dan RSUD Pasar Minggu.
Warga diimbau Yastroki agar bersikap Cerdik guna mencegah bencana stroke. Kepanjangannya, C - cek kesehatan rutin, E - enyahkan asap rokok, R - rajin aktivitas fisik, D-diet seimbang, I - istirahat cukup, dan K - kelola stres.
Bebani Perekonomian
Kasus stroke di Indonesia yang terus meningkat sangat membebani perekonomian. BPJS Kesehatan pada tahun 2022 menghabiskan sekitar Rp2,8 triliun. Menyusul rentang waktu tahun 2023 naik drastis hingga mencapai Rp5,2 triliun.
Jumlah sebanyak itu di luar beban ekonomi bagi rumah tangga yang anggota keluarganya korban stroke. Selain tidak produktif juga butuh biaya perawatan sehari-hari.
Persentase penderita dari jumlah penduduk tahun 2013 sebanyak 7 persen per 1.000 jiwa. Naik menjadi 10,9 persen pada tahun 2018 dan terus meningkat hingga kini.
(jon)
Lihat Juga :