Iring-iringan Maung Garuda Masuk Halim Perdanakusuma, Prabowo Bertolak Menuju Inggris?
Minggu, 18 Januari 2026 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Prabowo dijadwalkan bertemu dengan perwakilan dari Russell Group Universities, sebuah asosiasi yang menaungi 24 universitas riset papan atas di Britania Raya, termasuk University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, University of Southampton, hingga University of Manchester.
Lihat video: Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar dan Rektor, Bahas Arah Pendidikan Tinggi Nasional
"Minggu depan Bapak Presiden akan ke UK (United Kingdom), disampaikan juga oleh Bapak Presiden," kata Stella kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Stella mengungkapkan, dirinya akan turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan tersebut. "Kebetulan saya juga secara langsung mempersiapkan dengan Russell Group Universities. Russell Group Universities ini adalah kelompok 24 universitas yang paling papan atas di UK," ujarnya.
Menurut Stella, Presiden Prabowo hanya ingin berdiskusi dan menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi terbaik. "Bapak Presiden hanya ingin mendiskusikan dengan yang papan atas. Jadi tidak membawa universitas sembarangan dari luar. Hanya yang paling top sekali di luar untuk bisa ke Indonesia."
Lihat video: Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar dan Rektor, Bahas Arah Pendidikan Tinggi Nasional
"Minggu depan Bapak Presiden akan ke UK (United Kingdom), disampaikan juga oleh Bapak Presiden," kata Stella kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Stella mengungkapkan, dirinya akan turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan tersebut. "Kebetulan saya juga secara langsung mempersiapkan dengan Russell Group Universities. Russell Group Universities ini adalah kelompok 24 universitas yang paling papan atas di UK," ujarnya.
Menurut Stella, Presiden Prabowo hanya ingin berdiskusi dan menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi terbaik. "Bapak Presiden hanya ingin mendiskusikan dengan yang papan atas. Jadi tidak membawa universitas sembarangan dari luar. Hanya yang paling top sekali di luar untuk bisa ke Indonesia."
Lihat Juga :