Berkunjung ke Kediaman Dubes Jepang, Puti Soekarno: Pancasila Jadi Filosofi Masyarakat Jepang

Jum'at, 16 Januari 2026 - 18:03 WIB
loading...
Berkunjung ke Kediaman...
Anggota Komisi X DPR Puti Guntur Soekarno melakukan kunjungan kerja ke kediaman Duta Besar Jepang, Jumat (16/1/2026) yang juga dihadiri sejumlah tokoh, salah satunya mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Puti Guntur Soekarno melakukan kunjungan kerja ke kediaman Duta Besar Jepang, Jumat (16/1/2026) yang juga dihadiri sejumlah tokoh, salah satunya mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Acara ini sekaligus dalam rangka menerima penghargaan dari Menteri Luar Negeri pada periode 2025 (Reiwa 7) sebagai apresiasi terhadap prestasi ketika memimpin Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR dengan Parlemen Jepang.

“Hubungan saya dengan Jepang sudah terjalin sejak tahun 2015. Saat itu, Kokushikan University sangat ingin mengenal nilai-nilai yang dimiliki Bung Karno. Singkat cerita pembicaraan terus berlanjut hingga akhirnya saya menginisiasi Soekarno Research Centre hadir di Jepang,” ujar Puti.

Dia diberikan kesempatan memberikan ceramah dalam rangka menggaungkan pemikiran Soekarno dengan judul “Pancasila Bintang Penuntun“ dan “Pancasila Menuju Tata Dunia Baru“.

Baca juga: Puti Soekarno: GKSB DPR Bertemu Parlemen Jepang Bahas Pertukaran Pelajar dan Beasiswa

Puti mengatakan, pemikiran Bung Karno tentang kekuatan Pancasila sebagai alternatif solusi untuk dunia bahwa kemajuan global harus berakar pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebersamaan.

"Saya percaya implementasi Pancasila harus sesuai perkembangan zaman agar menjadi arus menuju tata dunia baru. Ini saya angkat untuk menjawab pertanyaan bagaimana Indonesia yang heterogen bisa bersatu dan berkontribusi bagi perdamaian global. Jawabannya ada di Pancasila,” kata cucu Soekarno itu.

Sejarah telah mencatat pengalaman itu telah membuka ruang dialog yang sangat berharga bagi Indonesia - Jepang. " Kita tidak hanya berbicara tentang teori sebagai pandangan, tetapi tentang nilai hidup bagaimana kita dapat menyumbangkan kebaikan meskipun kecil tetapi bisa membangun dunia yang lebih adil, seimbang, dan bermakna," ujar Puti.

Dalam tataran praksis, masyarakat Jepang, langsung atau tidak, telah menjadikan nilai-nilai Pancasila menjadi filosofi dan standar moral masyarakat Jepang terlihat dari rasa kebersamaan, disiplin sosial, penghormatan terhadap harmoni, serta tanggung jawab kolektif.

"Dan saya lebih hormat lagi sebab nilai-nilai luhur itu tidak diajarkan secara abstrak melainkan nyata dalam praktik hidup keseharian masyarakatnya,” ungkapnya.

Menurut Puti, gotong royong sebagai salah satu nilai Pancasila tentu bukan konsep statis, bukan sekadar tindakan, tetapi sebuah prinsip yang menggerakkan, mengorganisir, dan memberi arah terhadap kehidupan bersama. Gotong royong hakikatnya adalah pandangan hidup bangsa yang mencerminkan bahwa Indonesia dibangun atas asas semua untuk semua, bukan yang kuat untuk yang kuat.

Puti yang juga Ketua DPP PDIP menuturkan nilai lain masyarakat Jepang yang juga dikagumi berkaitan dengan tradisi hidup selaras dengan alam. Gagasan ini sejalan dengan pemikiran panutannya yakni Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang secara konsisten mengarusutamakan pentingnya merawat Ibu Pertiwi (Bumi), menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam sebagai tanggung jawab generasi terhadap generasi mendatang.

Dalam konteks itulah, bersama para kolega di Jepang, termasuk saat pertemuannya dengan Kaisar Jepang menyampaikan pentingnya transfer of knowledge, khususnya dalam penguatan riset dan kebijakan publik di bidang mitigasi bencana. Indonesia dan Jepang sama-sama negara kepulauan yang memiliki banyak kesamaan geografis antara lain potensi sumber daya kelautan hingga sama-sama berada di jalur bencana (ring of fire).

Pengalaman, teknologi, dan kebijakan Jepang dalam menghadapi bencana serta mengelola sumber daya kelautan merupakan pengetahuan berharga yang dapat disinergikan dengan kearifan lokal dan kapasitas Indonesia.

"Itu semua tak lepas dari pemikiran geopolitik Bung Karno menempatkan kerja sama ekonomi bukan sebagai alat dominasi melainkan sebagai sarana kesetaraan antarbangsa," kata Puti.

"Di sinilah saya melihat keunggulan Jepang berkaitan dengan penguasaan riset dan teknologi serta industri tanpa meninggalkan kearifan lokal yang dipercaya turun-temurun. Nilai lain masyarakat Jepang yang juga saya kagumi berkaitan dengan tradisi hidup selaras dengan alam," tambahnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved