Hasil Survei: 85% Gen Z Nilai Kerusakan Lingkungan Ancam Ketahanan Bangsa dan Negara
Rabu, 14 Januari 2026 - 23:52 WIB
loading...
A
A
A
Survei dilakukan RIMBA dengan melibatkan 434 responden Generasi Z yang tersebar di delapan kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Makassar, dan Bali. Survei dilakukan menggunakan metode stratified purposive sampling, dengan maksud untuk menjaga validitas dan komposisi sampel.
RIMBA menilai, temuan dalam suvei itu memperlihatkan bahwa cara pandang Generasi Z soal pelestarian alam tidak lagi dipahami sebagai isu sektoral semata. Bahkan, Gen Z memandang pelestarian lam sebagai bagian dari strategi ketahanan nasional dan praktik bela negara nonmiliter.
Buktinya, sebanyak 82,1% Gen Z memahami bahwa pelestarian alam merupakan salah satu bentuk tindakan bela negara di luar angkat senjata (nonmiliter). Selain itu, sebanyak 83,7% responden juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dan terlibat dalam kegiatan pelestarian alam, terutama yang berbasis budaya.
“Semoga saja dengan adanya hasil survei bisa memberi gambaran atau potret awal tentang preferensi anak muda Indonesia, khususnya Gen Z di dalam upaya perlindungan dan budaya kepada pengambil kebijakan di tengah fenomena Bonus Demografi dalam mencapai Visi Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
RIMBA menilai, temuan dalam suvei itu memperlihatkan bahwa cara pandang Generasi Z soal pelestarian alam tidak lagi dipahami sebagai isu sektoral semata. Bahkan, Gen Z memandang pelestarian lam sebagai bagian dari strategi ketahanan nasional dan praktik bela negara nonmiliter.
Buktinya, sebanyak 82,1% Gen Z memahami bahwa pelestarian alam merupakan salah satu bentuk tindakan bela negara di luar angkat senjata (nonmiliter). Selain itu, sebanyak 83,7% responden juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dan terlibat dalam kegiatan pelestarian alam, terutama yang berbasis budaya.
“Semoga saja dengan adanya hasil survei bisa memberi gambaran atau potret awal tentang preferensi anak muda Indonesia, khususnya Gen Z di dalam upaya perlindungan dan budaya kepada pengambil kebijakan di tengah fenomena Bonus Demografi dalam mencapai Visi Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :