Istana Beberkan Hasil Kunjungan Perdana Prabowo di IKN
Selasa, 13 Januari 2026 - 16:35 WIB
loading...
Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto/BPMI Setpres
A
A
A
JAKARTA - Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara ( IKN ), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung progres pembangunan IKN, khususnya fasilitas pemerintahan.
Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo tiba di IKN pada Senin (12/1/2026) malam bersama sejumlah menteri. Keesokan harinya, Presiden Prabowo menerima paparan langsung dari Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono terkait perkembangan pembangunan IKN.
“Tadi malam beliau mendarat di IKN bersama dengan beberapa menteri untuk tadi pagi mendapatkan update dari Ketua OIKN berkenaan dengan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara kita,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
![Istana Beberkan Hasil Kunjungan Perdana Prabowo di IKN]()
Baca juga: Prabowo Mendarat di Istana Garuda IKN dengan Helikopter
Menurut Prasetyo, sejak awal Presiden Prabowo memberikan penekanan agar pembangunan fasilitas pemerintahan, khususnya untuk lembaga legislatif dan yudikatif, dapat dipercepat. Presiden menargetkan fasilitas tersebut dapat rampung pada 2028.
![Istana Beberkan Hasil Kunjungan Perdana Prabowo di IKN]()
“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan apa namanya fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan sejumlah catatan dan koreksi terhadap pembangunan yang sedang berjalan. Catatan tersebut mencakup aspek desain hingga fungsi bangunan.
“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap, pertama misalnya mengenai desain, kedua mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” ungkap Prasetyo.
Ia menegaskan bahwa arahan Presiden tersebut bertujuan untuk mempercepat sekaligus menyempurnakan proses pembangunan, sehingga seluruh fungsi pemerintahan di IKN dapat segera berjalan optimal. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan, ya. Supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” pungkasnya.
Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo tiba di IKN pada Senin (12/1/2026) malam bersama sejumlah menteri. Keesokan harinya, Presiden Prabowo menerima paparan langsung dari Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono terkait perkembangan pembangunan IKN.
“Tadi malam beliau mendarat di IKN bersama dengan beberapa menteri untuk tadi pagi mendapatkan update dari Ketua OIKN berkenaan dengan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara kita,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Prabowo Mendarat di Istana Garuda IKN dengan Helikopter
Menurut Prasetyo, sejak awal Presiden Prabowo memberikan penekanan agar pembangunan fasilitas pemerintahan, khususnya untuk lembaga legislatif dan yudikatif, dapat dipercepat. Presiden menargetkan fasilitas tersebut dapat rampung pada 2028.

“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan apa namanya fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan sejumlah catatan dan koreksi terhadap pembangunan yang sedang berjalan. Catatan tersebut mencakup aspek desain hingga fungsi bangunan.
“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap, pertama misalnya mengenai desain, kedua mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” ungkap Prasetyo.
Ia menegaskan bahwa arahan Presiden tersebut bertujuan untuk mempercepat sekaligus menyempurnakan proses pembangunan, sehingga seluruh fungsi pemerintahan di IKN dapat segera berjalan optimal. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan, ya. Supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :