Iran Mencekam! DPR Desak Kemlu Segera Ambil Langkah Lindungi WNI

Senin, 12 Januari 2026 - 09:01 WIB
loading...
Iran Mencekam! DPR Desak...
Gelombang unjuk rasa yang berujung rusuh di Iran memunculkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sana. Foto/Iran International
A A A
JAKARTA - Gelombang unjuk rasa yang berujung rusuh di Iran memunculkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sana. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pun didesak mengambil langkah untuk melindungi WNI di Iran.

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menegaskan, kondisi di Iran harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memastikan perlindungan WNI berjalan optimal. Ia mengingatkan, perlindungan WNI di luar negeri merupakan mandat konstitusional yang tidak boleh diabaikan, terutama di tengah eskalasi keamanan.

“Komisi I DPR RI senantiasa menekankan bahwa perlindungan WNI di luar negeri merupakan mandat konstitusional yang harus dijalankan secara optimal oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan diplomatik kita,” ujar Dave dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).

Baca juga: Iran Mencekam! Kemlu Belum Terima Laporan Insiden terhadap WNI



Dave menilai, pemerintah tidak boleh bersikap reaktif dalam situasi yang penuh gejolak. Ia mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) segera mengambil langkah antisipatif dan koordinatif yang konkret untuk melindungi WNI, terutama melalui peran aktif KBRI Teheran.

“Dalam kondisi yang penuh gejolak seperti sekarang, kami menyerukan agar Kemlu segera melakukan langkah-langkah antisipatif dan koordinatif. KBRI di Teheran perlu aktif melakukan pemantauan situasi secara real-time serta membuka saluran komunikasi darurat bagi seluruh WNI,” tegasnya.

Menurut Dave, inventarisasi jumlah dan lokasi WNI menjadi langkah mendesak yang tidak bisa ditunda. Tanpa data yang akurat, negara dinilai akan kesulitan merespons cepat jika situasi memburuk.

“Inventarisasi jumlah dan lokasi WNI perlu segera dilakukan untuk mengidentifikasi potensi risiko secara cepat. Apabila eskalasi semakin meningkat, opsi evakuasi terukur juga harus dipersiapkan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan prosedur diplomatik yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya mitigasi keamanan yang disosialisasikan secara aktif kepada WNI, bukan hanya bersifat imbauan formal. Dave menilai, komunikasi yang lemah berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Kami juga menekankan pentingnya sosialisasi mitigasi keamanan kepada WNI, seperti imbauan untuk menghindari titik-titik keramaian, menjaga dokumen perjalanan tetap aman, serta selalu berkoordinasi dengan KBRI,” kata Dave.

Dave menegaskan, langkah-langkah tersebut merupakan ukuran kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah dinamika keamanan global yang tidak menentu.

“Langkah-langkah ini bukan hanya bentuk tanggung jawab negara, tetapi juga wujud nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi setiap warga negara Indonesia di manapun mereka berada,” ujarnya.

Kendati demikian, ia memastikan, Komisi I DPR akan terus mengawasi kesiapan dan respons Kemlu serta KBRI dalam menangani situasi di Iran. Menurutnya, keselamatan WNI harus ditempatkan sebagai prioritas utama, bukan opsi terakhir.

“Keselamatan WNI adalah prioritas utama, dan negara harus senantiasa hadir dalam menghadapi dinamika keamanan internasional yang berpotensi mengancam mereka,” pungkas Dave.

Sekadar informasi, demo besar-besaran yang berlangsung di Iran semakin parah pada Kamis (8/1/2026). Pemerintah Iran dilaporkan merespons unjuk rasa dengan melepaskan tembakan.

Seorang dokter di Teheran kepada TIME, dikutip Sabtu (10/1/2026), mengungkapkan enam rumah sakit mencatat korban tewas mencapai 217 orang. Menurut dia, sebagian besar korban meninggal akibat peluru tajam.

Dokter tersebut mengatakan pihak berwenang telah memindahkan jenazah para korban dari rumah sakit pada Jumat (9/1/2026). Sebagian besar korban tewas adalah anak muda, termasuk beberapa orang yang tewas di dekat kantor polisi Teheran utara.

Saat itu, pasukan keamanan dilaporkan memberondong para demonstran dengan tembakan senapan mesin. Aktivis melaporkan setidaknya 30 orang tertembak dalam insiden tersebut.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Gerindra: Diplomasi...
Gerindra: Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Shanty Alda Nathalia...
Shanty Alda Nathalia Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Lahir Pancasila
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
SNI Jadi Benteng Produk...
SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Haiti vs Skotlandia,...
Haiti vs Skotlandia, John McGinn Bawa Dark Blues unggul di Babak Pertama
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Infografis
Waswas Perang Besar,...
Waswas Perang Besar, Barat Desak Iran Tak Gempur Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved