Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, KH Cholil Nafis: Jangan Bungkam Dia!
Minggu, 11 Januari 2026 - 09:31 WIB
loading...
Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) KH Muhammad Cholil Nafis membela Pandji Pragiwaksono. Foto/YouTube SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik buntut materi stand up comedy yang ia bawakan dalam acara Mens Rea. Laporan itu dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.
Aduan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026. Terkait hal itu, Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) KH Muhammad Cholil Nafis buka suara.
Kiai Cholil mengaku secara pribadi senang menyimak kalam dan narasi Pandji Pragiwaksono yang dinilainya inspiratif dengan kritik-kritiknya yang jenaka tapi menusuk. “Jangan bungkam dia karena kami butuh itu. Menurut saya, itu tak beda dengan dakwah dalam ajakan muhasabah diri agar bangsa ini tetap sehat. Mas Pandji lanjutkan aja ya,” kata Kiai Cholil di akun X @cholilnafis dikutip Minggu (11/1/2026).
Baca juga: Pandji Dilaporkan ke Polisi, Gus Ulil: Kita Butuh Banyak Ketawa di Negeri Ini
Dalam unggahannya di akun Instagramnya, Kiai Cholil melihat gaya komunikasi Pandji Pragiwaksono yang khas: kritis, jenaka, namun tetap bernas dan menggugah. “Kalam dan narasi yang disampaikan tidak berhenti pada hiburan semata, melainkan mengandung pesan sosial yang dalam,” ujarnya di akun Instagramnya.
“Humor yang dihadirkan bukan semata untuk meremehkan persoalan, tetapi justru menjadi medium yang efektif untuk ‘menyentil’ kesadaran publik tanpa menggurui dan disakiti,” sambungnya.
Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Tak Ikut Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polisi
Menurut dia, kritik yang disampaikan oleh Pandji dengan kelakar terasa lebih mudah diterima, namun tetap “menusuk” karena berangkat dari realitas yang dirasakan bersama. “Di sinilah letak kekuatan narasi Pandji: ia mengajak audiens berpikir, merenung, dan bercermin, tanpa harus merasa disalahkan secara kasar,” ujarnya.
“Pendekatan ini sejatinya sejalan dengan esensi dakwah Islam dalam makna luas, yakni mengajak pada kebaikan melalui kata bijak penuh hikmah dan kebijaksanaan bahkan persebatan,” tambahnya.
Dia menambahkan, dakwah pada dasarnya tidak selalu harus hadir di atas mimbar atau dibalut simbol keagamaan yang kaku. Dia mengatakan, ketika kritik sosial mampu mendorong muhasabah diri—baik secara personal maupun kolektif—maka ia telah menjalankan fungsi dakwah Islam dibranah sosial.
“Ajakan untuk jujur pada diri sendiri, peduli pada keadilan, dan menjaga kesehatan moral bangsa adalah bagian dari upaya amar ma’ruf kepada seluruh anak kebangsaan,” pungkasnya.
Aduan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026. Terkait hal itu, Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) KH Muhammad Cholil Nafis buka suara.
Kiai Cholil mengaku secara pribadi senang menyimak kalam dan narasi Pandji Pragiwaksono yang dinilainya inspiratif dengan kritik-kritiknya yang jenaka tapi menusuk. “Jangan bungkam dia karena kami butuh itu. Menurut saya, itu tak beda dengan dakwah dalam ajakan muhasabah diri agar bangsa ini tetap sehat. Mas Pandji lanjutkan aja ya,” kata Kiai Cholil di akun X @cholilnafis dikutip Minggu (11/1/2026).
Baca juga: Pandji Dilaporkan ke Polisi, Gus Ulil: Kita Butuh Banyak Ketawa di Negeri Ini
Dalam unggahannya di akun Instagramnya, Kiai Cholil melihat gaya komunikasi Pandji Pragiwaksono yang khas: kritis, jenaka, namun tetap bernas dan menggugah. “Kalam dan narasi yang disampaikan tidak berhenti pada hiburan semata, melainkan mengandung pesan sosial yang dalam,” ujarnya di akun Instagramnya.
“Humor yang dihadirkan bukan semata untuk meremehkan persoalan, tetapi justru menjadi medium yang efektif untuk ‘menyentil’ kesadaran publik tanpa menggurui dan disakiti,” sambungnya.
Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Tak Ikut Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polisi
Menurut dia, kritik yang disampaikan oleh Pandji dengan kelakar terasa lebih mudah diterima, namun tetap “menusuk” karena berangkat dari realitas yang dirasakan bersama. “Di sinilah letak kekuatan narasi Pandji: ia mengajak audiens berpikir, merenung, dan bercermin, tanpa harus merasa disalahkan secara kasar,” ujarnya.
“Pendekatan ini sejatinya sejalan dengan esensi dakwah Islam dalam makna luas, yakni mengajak pada kebaikan melalui kata bijak penuh hikmah dan kebijaksanaan bahkan persebatan,” tambahnya.
Dia menambahkan, dakwah pada dasarnya tidak selalu harus hadir di atas mimbar atau dibalut simbol keagamaan yang kaku. Dia mengatakan, ketika kritik sosial mampu mendorong muhasabah diri—baik secara personal maupun kolektif—maka ia telah menjalankan fungsi dakwah Islam dibranah sosial.
“Ajakan untuk jujur pada diri sendiri, peduli pada keadilan, dan menjaga kesehatan moral bangsa adalah bagian dari upaya amar ma’ruf kepada seluruh anak kebangsaan,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :