Prabowo Bakal Resmikan Sekolah Rakyat, Mensos: 166 Titik Telah Beroperasi
Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak-anak dari keluarga miskin yang sulit mengakses pendidikan. Hal ini diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah.
“Saya ingin sampaikan tiga juta lebih data BPS menunjukkan, anak-anak di usia sekolah mereka tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi untuk putus sekolah. Nah sebagian di antara mereka itu sekarang berada di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, anak-anak tersebut merupakan calon Generasi Emas 2045 yang harus mendapatkan perhatian negara sebagaimana amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 tentang fakir miskin dan anak-anak terlantar yang dipelihara oleh negara. “Ini kelihatannya sederhana, tetapi sangat mendasar Maka sekolah rakyat menjadi salah satu yang harus kita sukseskan,” kata dia.
Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan. Tidak hanya pendidikan anak bagi keluarga tidak mampu, tetapi juga pemberdayaan dilakukan secara simultan. “Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap sesuai dengan periode tertentu, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” jelas Gus Ipul.
Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti pembelajaran di 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah. Pembelajaran di Sekolah Rakyat didukung teknologi digital Learning Management System (LMS). Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop dan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas menggunakan papan digital interaktif atau smartboard.
Kurikulum Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan siswa. Proses penerimaan peserta didik tidak mengandalkan tes akademik semata, melainkan pemetaan potensi untuk mengenali talenta unik setiap anak.
“Saya ingin sampaikan tiga juta lebih data BPS menunjukkan, anak-anak di usia sekolah mereka tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi untuk putus sekolah. Nah sebagian di antara mereka itu sekarang berada di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, anak-anak tersebut merupakan calon Generasi Emas 2045 yang harus mendapatkan perhatian negara sebagaimana amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 tentang fakir miskin dan anak-anak terlantar yang dipelihara oleh negara. “Ini kelihatannya sederhana, tetapi sangat mendasar Maka sekolah rakyat menjadi salah satu yang harus kita sukseskan,” kata dia.
Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan. Tidak hanya pendidikan anak bagi keluarga tidak mampu, tetapi juga pemberdayaan dilakukan secara simultan. “Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap sesuai dengan periode tertentu, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” jelas Gus Ipul.
Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti pembelajaran di 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah. Pembelajaran di Sekolah Rakyat didukung teknologi digital Learning Management System (LMS). Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop dan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas menggunakan papan digital interaktif atau smartboard.
Kurikulum Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan siswa. Proses penerimaan peserta didik tidak mengandalkan tes akademik semata, melainkan pemetaan potensi untuk mengenali talenta unik setiap anak.
Lihat Juga :