Presiden Ingin Menempa Hambalang Men dan Hambalang Women

Kamis, 08 Januari 2026 - 08:16 WIB
loading...
Presiden Ingin Menempa...
Presiden Prabowo Subianto ingin menjadikan para menteri dan wakil menteri sebagai Hambalang Men dan Hambalang Women melalui retret di Hambalang, Bogor. Foto/BPMI Setpres
A A A
JAKARTA - Seluruh jajaran Kabinet Merah Putih menghadiri retret kabinet jilid kedua yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 6 Januari 2026. Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono memastikan kehadiran lengkap anggota kabinet, termasuk utusan khusus presiden, penasihat khusus presiden, wakil kepala badan, hingga wakil menteri.

“Informasi yang saya terima terkonfirmasi hadir. Bahkan dalam sesi tertutup dilakukan absensi langsung oleh Presiden,” ujar Ivan dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Momen Prabowo Beri Taklimat Awal Tahun 2026: Tekankan Evaluasi Kinerja Pemerintahan

Menurut Ivan, pemilihan Hambalang sebagai lokasi retret memiliki pertimbangan praktis dan simbolik. Dari sisi praktis, kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan situasi kebencanaan serta prinsip efisiensi dan kenyamanan karena dilakukan di kediaman Presiden.



Namun secara simbolik, Presiden disebut ingin membangun karakter kepemimpinan kabinetnya.
“Kalau bercandanya, Presiden ingin menjadikan para menteri dan wakil menteri sebagai Hambalang Men dan Hambalang Women. Kan selama ini masyarakat cukup familiar ya dengan istilah Hambalang Boys, kader muda yang dibina langsung oleh Pak Prabowo, seperti Mas Sudaryono, Mas Sugiono, Mas Angga Raka, maupun Mas Pras. Nah mungkin kali ini Presiden ingin menempa putra-putri terbaik bangsa lainnya yang menjadi para pembantu beliau di kabinet agar semakin solid dan kerja keras,” kata Ivan.

Baca juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa kepada Mentan hingga Tokoh Tani

Di luar simbolik tersebut, Ivan menegaskan bahwa substansi utama retret kabinet jilid kedua adalah evaluasi menyeluruh atas capaian pemerintahan sejak 20 Oktober 2024. Presiden memaparkan lebih dari 30 capaian besar yang disebut sebagai langkah transformasi bangsa yang digambarkan dalam sebuah video sebelum sesi taklimat.

“Presiden mengevaluasi capaian yang sudah berjalan sekaligus memberikan arahan ke depan, terutama menghadapi dinamika politik dalam negeri dan situasi global,” ujarnya.

Dalam retret ini, sekitar 12 hingga 15 menteri diminta menyampaikan paparan kinerja. Presiden juga meminta masukan langsung dari jajaran menteri dan wakil menteri guna merumuskan langkah percepatan kebijakan.

Sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, antara lain swasembada pangan dan energi, penanganan bencana, sekolah rakyat, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruhnya merupakan bagian dari strategi transformasi bangsa yang menjadi pijakan arah pembangunan nasional.

Menurut Ivan, indikator penilaian kinerja pemerintah bersumber dari berbagai capaian konkret, seperti perluasan Program MBG yang telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat serta pembukaan 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Presiden juga menyoroti capaian swasembada beras dengan cadangan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, serta penguatan penegakan hukum yang hasil pengembalian kerugian negaranya dimanfaatkan kembali untuk program strategis, termasuk beasiswa LPDP dan percepatan program perumahan.

Ivan menambahkan, evaluasi dan penguatan arah kebijakan tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan retret. Presiden secara rutin menggelar sidang kabinet paripurna, rapat terbatas, hingga rapat koordinasi pada akhir pekan.

“Retret ini menjadi momentum penting di awal tahun untuk menegaskan kembali arah kebijakan dan memastikan seluruh kabinet bergerak dalam satu barisan,” pungkas Ivan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Gol Messi Bawa Argentina...
Gol Messi Bawa Argentina Unggul atas Aljazair di Babak Pertama
Berita Terkini
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved