Soroti Musibah Wisata 2025, Evita: Reformasi Total Keselamatan dan Keamanan Pariwisata Nasional
Senin, 05 Januari 2026 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
"Bila perlu, untuk mencegah wilayah abu-abu mengenai siapa bertanggung jawab terhadap apa, bisa saja dibentuk desk khusus atau organ yang sifatnya koordinatif," ujarnya.
Yang bisa juga bertanggung jawab di destinasi wisata itu dari hari ke hari secara langsung untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan standar atau SOP yang sudah dibuat tanpa mengurangi tugas dan fungsi lembaga yang sudah ada.
”Bagaimanapun harus ada yang leading yang menjadi koordinator yang mengatur semua sumber daya yang kita miliki secara cepat. Karena di kita itu semua sudah ada lembaganya yang menjalankan fungsi masing-masing. Yang lemahnya itu pelaksanaan di lapangan, siapa yang mengawasi dari hari ke hari, siapa yang menjalankannya, termasuk pre-emtif, dan preventif," ucapnya.
"Nah ini perlu didiskusikan lagi, kita harus bongkar sisi lemahnya. Apakah syahbandar, penjaga pantai, petugas Taman Nasional, atau lainnya sudah benar-benar menjalankan tugasnya dan lainnya,” sambung Evita.
Dari sisi wisatawan, Evita juga berharap munculnya kesadaran baru mengenai pentingnya keselamatan dan keamanan wisata dengan bersikap kritis terhadap prosedur dan penanganan keselamatan yang ditemuinya di lapangan.
”Harus kritis, wisatawan kita berdayakan juga. Wisatawan harus berani meminta jaminan keselamatan dari operator, jika ragu jangan ikut,” ucapnya.
Yang bisa juga bertanggung jawab di destinasi wisata itu dari hari ke hari secara langsung untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan standar atau SOP yang sudah dibuat tanpa mengurangi tugas dan fungsi lembaga yang sudah ada.
”Bagaimanapun harus ada yang leading yang menjadi koordinator yang mengatur semua sumber daya yang kita miliki secara cepat. Karena di kita itu semua sudah ada lembaganya yang menjalankan fungsi masing-masing. Yang lemahnya itu pelaksanaan di lapangan, siapa yang mengawasi dari hari ke hari, siapa yang menjalankannya, termasuk pre-emtif, dan preventif," ucapnya.
"Nah ini perlu didiskusikan lagi, kita harus bongkar sisi lemahnya. Apakah syahbandar, penjaga pantai, petugas Taman Nasional, atau lainnya sudah benar-benar menjalankan tugasnya dan lainnya,” sambung Evita.
Dari sisi wisatawan, Evita juga berharap munculnya kesadaran baru mengenai pentingnya keselamatan dan keamanan wisata dengan bersikap kritis terhadap prosedur dan penanganan keselamatan yang ditemuinya di lapangan.
”Harus kritis, wisatawan kita berdayakan juga. Wisatawan harus berani meminta jaminan keselamatan dari operator, jika ragu jangan ikut,” ucapnya.
(shf)
Lihat Juga :