Inayah Wahid Putri Gus Dur Blak-blakan Ngaku Nepo Baby
Minggu, 04 Januari 2026 - 18:52 WIB
loading...
A
A
A
Inayah menilai, banyak orang yang tak mau mengaku sebagai nepo baby karena menganggap apa yang dicapai orang tersebut merupakan hasil kerja keras yang bersangkutan. "Kamu harus tetap kerja keras, itu jelas, tapi jangan menafikan bahwa nama belakangmu itu sebenarnya memberikan keuntungan besar. Jangan menafikan bahwa apa yang dimiliki atau sudah dirintis orang tuamu itu kemudian sebenarnya membikin perlombaan ini jadi kamu punya posisi yang lebih menguntungkan di dalam kontestasi," katanya.
Inayah kemudian menyinggung cerita saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Menurutnya, ada seorang anak presiden yang dengan tenangnya bilang "Oh, nakes, dukamu adalah dukaku".
Menurutnya, itu tidak tepat. "Posisinya aja udah beda. Kita ada dalam badai yang sama, iya. Tapi jangan bilang orang yang pakai kapal pesiar, sama orang yang pakai rakit itu kemudian sama. Nggak. Dan nepo baby, penting untuk kalian untuk tahu, untuk sadar, untuk mengakui bahwa saya ada di kapal pesiar nih, iya, tetangga saya pakai rakit nih, iya, tetangga saya cuma pakai sampan, iya, orang-orang yang ada di Indonesia barat misalnya nggak ada mesinnya karena nggak ada BBM-nya, perahunya nggak bisa jalan, penting untuk menyadari itu," jelasnya.
Sebab, kata Inayah, kalau kita tidak menyadari bahwa kita mempunyai privilese, kita kemudian menafikan yang lain. "Makanya menurut saya, kesadaran itu penting banget sebagai nepo baby," ujar Inayah berpesan agar menggunakan privilese itu untuk kepentingan orang lain dan bermanfaat.
Inayah kemudian menyinggung cerita saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Menurutnya, ada seorang anak presiden yang dengan tenangnya bilang "Oh, nakes, dukamu adalah dukaku".
Menurutnya, itu tidak tepat. "Posisinya aja udah beda. Kita ada dalam badai yang sama, iya. Tapi jangan bilang orang yang pakai kapal pesiar, sama orang yang pakai rakit itu kemudian sama. Nggak. Dan nepo baby, penting untuk kalian untuk tahu, untuk sadar, untuk mengakui bahwa saya ada di kapal pesiar nih, iya, tetangga saya pakai rakit nih, iya, tetangga saya cuma pakai sampan, iya, orang-orang yang ada di Indonesia barat misalnya nggak ada mesinnya karena nggak ada BBM-nya, perahunya nggak bisa jalan, penting untuk menyadari itu," jelasnya.
Sebab, kata Inayah, kalau kita tidak menyadari bahwa kita mempunyai privilese, kita kemudian menafikan yang lain. "Makanya menurut saya, kesadaran itu penting banget sebagai nepo baby," ujar Inayah berpesan agar menggunakan privilese itu untuk kepentingan orang lain dan bermanfaat.
(zik)
Lihat Juga :