Kakorlantas: Kendaraan Keluar Jakarta Naik 11% di Momen Nataru
Sabtu, 03 Januari 2026 - 17:02 WIB
loading...
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebutkan terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui tol periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebutkan terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui tol periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 lebih dari 11%.
Agus menjelaskan, jumlah itu dihitung berdasarkan perbandingan arus lalu lintas periode 18 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026. Kendaraan keluar Jakarta dipantau dari lalu lintas harian rata-rata normal (LHRN) kendaraan pada empat gerbang tol utama Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.
“Total keluar Jakarta 2.638.184 kendaraan, naik 11,49 persen dibandingkan data LHRN sebanyak 2.366.223 kendaraan,” kata Agus, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Arus Balik Nataru Diprediksi Geser ke 4 Januari 2026, Kakorlantas: Ada Kebijakan WFA
Agus menuturkan, jika dibandingkan periode 2024, naik 3% Kenaikan mencapai sekitar 2,3 juta kendaraan. “Total keluar Jakarta 2.638.186 kendaraan, naik 3,40% dibandingkan tahun 2024/2025 sebanyak 2.551.147 kendaraan," ujar dia.
Untuk jumlah kendaraan masuk Jakarta pada periode tersebut, Agus juga mengatakan adanya kenaikan mencapai 8%. Akan tetapi, jika dibandingkan periode 2024 angka itu turun mencapai 0,36%.
“Total masuk Jakarta 2.472.184 kendaraan, naik 8,01% dibandingkan data LHRN sebanyak 2.288.928 kendaraan. Total masuk Jakarta: 2.472.184 kendaraan, turun 0,36% dibandingkan tahun 2024/2025 sebanyak 2.481.075 kendaraan,” ungkapnya.
Baca juga: Soroti Kecelakaan Maut di Tol Krapyak, Kakorlantas: Pengemudi Jangan Main-main dengan Nyawa
Oleh karena itu, Agus menyebut terjadi peningkatan volume kendaraan baik keluar maupun masuk Jakarta apabila dibandingkan dengan LHRN. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
“Meskipun demikian, tidak berdampak signifikan terhadap gangguan arus lalu lintas, berkat kesiapsiagaan petugas serta optimalnya langkah-langkah manajemen dan rekayasa lalu lintas,” imbuhnya.
Agus menambahkan, jika dibandingkan dengan Operasi Lilin 2024, arus keluar Jakarta mengalami kenaikan. Menurutnya, hal itu mencerminkan meningkatnya pergerakan masyarakat untuk berlibur ke luar wilayah.
“Sementara itu, arus masuk Jakarta relatif stabil dengan kecenderungan menurun. Menandakan arus balik dapat dikendalikan dengan baik dan tersebar secara merata,” jelas dia.
Dia menegaskan, keberhasilan pengendalian arus lalu lintas ini didukung oleh tergelarnya personel secara optimal di lapangan, penguatan pemantauan berbasis teknologi, penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional, serta koordinasi yang efektif dengan seluruh stakeholder terkait.
“Secara keseluruhan, Operasi Lilin tahun ini mampu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mencerminkan *kinerja pengamanan lalu lintas yang profesional dan responsif,” ucapnya.
Agus menjelaskan, jumlah itu dihitung berdasarkan perbandingan arus lalu lintas periode 18 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026. Kendaraan keluar Jakarta dipantau dari lalu lintas harian rata-rata normal (LHRN) kendaraan pada empat gerbang tol utama Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.
“Total keluar Jakarta 2.638.184 kendaraan, naik 11,49 persen dibandingkan data LHRN sebanyak 2.366.223 kendaraan,” kata Agus, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Arus Balik Nataru Diprediksi Geser ke 4 Januari 2026, Kakorlantas: Ada Kebijakan WFA
Agus menuturkan, jika dibandingkan periode 2024, naik 3% Kenaikan mencapai sekitar 2,3 juta kendaraan. “Total keluar Jakarta 2.638.186 kendaraan, naik 3,40% dibandingkan tahun 2024/2025 sebanyak 2.551.147 kendaraan," ujar dia.
Untuk jumlah kendaraan masuk Jakarta pada periode tersebut, Agus juga mengatakan adanya kenaikan mencapai 8%. Akan tetapi, jika dibandingkan periode 2024 angka itu turun mencapai 0,36%.
“Total masuk Jakarta 2.472.184 kendaraan, naik 8,01% dibandingkan data LHRN sebanyak 2.288.928 kendaraan. Total masuk Jakarta: 2.472.184 kendaraan, turun 0,36% dibandingkan tahun 2024/2025 sebanyak 2.481.075 kendaraan,” ungkapnya.
Baca juga: Soroti Kecelakaan Maut di Tol Krapyak, Kakorlantas: Pengemudi Jangan Main-main dengan Nyawa
Oleh karena itu, Agus menyebut terjadi peningkatan volume kendaraan baik keluar maupun masuk Jakarta apabila dibandingkan dengan LHRN. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
“Meskipun demikian, tidak berdampak signifikan terhadap gangguan arus lalu lintas, berkat kesiapsiagaan petugas serta optimalnya langkah-langkah manajemen dan rekayasa lalu lintas,” imbuhnya.
Agus menambahkan, jika dibandingkan dengan Operasi Lilin 2024, arus keluar Jakarta mengalami kenaikan. Menurutnya, hal itu mencerminkan meningkatnya pergerakan masyarakat untuk berlibur ke luar wilayah.
“Sementara itu, arus masuk Jakarta relatif stabil dengan kecenderungan menurun. Menandakan arus balik dapat dikendalikan dengan baik dan tersebar secara merata,” jelas dia.
Dia menegaskan, keberhasilan pengendalian arus lalu lintas ini didukung oleh tergelarnya personel secara optimal di lapangan, penguatan pemantauan berbasis teknologi, penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional, serta koordinasi yang efektif dengan seluruh stakeholder terkait.
“Secara keseluruhan, Operasi Lilin tahun ini mampu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mencerminkan *kinerja pengamanan lalu lintas yang profesional dan responsif,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :