Tanggapi Komentar Nyinyir Penanganan Bencana Sumatera, Prabowo: Kita Anggap Peringatan

Kamis, 01 Januari 2026 - 15:33 WIB
loading...
Tanggapi Komentar Nyinyir...
Presiden Prabowo Subianto menanggapi komentar nyinyir sejumlah pihak terkait penanganan bencana di Sumatera. Foto/SindoNews
A A A
ACEH - Presiden Prabowo Subianto menanggapi komentar nyinyir sejumlah pihak terkait penanganan bencana di Sumatera. Prabowo menilai kritik tersebut kerap melihat upaya pemerintah dari sudut pandang negatif. Namun, Prabowo menegaskan hal itu tidak boleh memengaruhi fokus pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak.

“Kadang-kadang saya monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator dan sebagainya, yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif,” kata Prabowo saat meninjau pembangunan rumah hunian Danantara, di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Prabowo mencontohkan kritik yang mempertanyakan kehadiran pejabat di lokasi bencana. Menurutnya, kehadiran pemimpin bukan untuk seremonial atau bekerja secara fisik, melainkan memastikan kebutuhan dan permasalahan di lapangan dapat segera ditangani.

Baca juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Aceh Tamiang Tinjau Pembangunan Hunian Sementara

“Jadi kalau ada, saya pernah dengar ada kritik begini, untuk apa menteri datang ke tempat bencana? hanya datang melihat saudara-saudara serba susah. Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang ya masa menteri ikut macul, bukan itu. Pejabat datang, pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat kan begitu,” katanya.

Prabowo menegaskan pentingnya komunikasi langsung dengan pemerintah daerah agar keputusan bisa diambil berdasarkan kondisi nyata di wilayah terdampak. “Saya datang ketemu Gubernur, Gubernur sampaikan kita butuh ini, kita itu, Pak ada usul ini ada saya tahu langsung saya bisa cek kan begitu ceritanya ya. Jadi ini ada tapi ya mudah-mudahan saudara saya, saya percaya dengan bukti.”


Prabowo juga mengingatkan para pemimpin di semua level agar siap menghadapi kritik, termasuk hujatan dan fitnah, tanpa kehilangan semangat untuk bekerja. “Jadi saya sampaikan ke saudara-saudara para pimpinan para menteri pada Kepala Badan Gubernur semua, salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah siap untuk di, tapi tidak boleh kita apa, tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat.”

Baca juga: Presiden Prabowo: Saya Minta Maaf, Belum Bisa ke Semua Titik Bencana

Menurut Prabowo, kritik tetap dapat dijadikan bahan evaluasi, selama tidak mengalihkan fokus dari tujuan utama membantu masyarakat. “Semua itu kita terima sebagai ya sebagai koreksi juga, enggak apa-apa, walaupun itu fitnah, itu kalau kita tahu di hati kita bahwa itu tidak benar tapi itu jadi waspada bagi kita ya.”

Prabowo pun menegaskan bahwa pemerintah memilih untuk menganggap komentar nyinyir sebagai peringatan, bukan hambatan. Pasalnya, tugas dari pemerintah saat ini adalah meringankan penderitaan masyarakat terdampak.

“Tapi yang fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi meringankan penderitaan rakyat kita, itu perkiraan kita sebagai pejabat dan pemimpin jadi hal-hal yang apa itu nyinyir-nyinyir itu kita anggap sebagai katakanlah sebagai peringatan bagi kita. Tapi kita tidak boleh terpengaruh ya,” ujar Prabowo.

“Sekali lagi tidak datang salah, datang dicari kesalahan juga, ya gapapa. Tugas kita, saya walaupun tidak sehari-hari sama saudara ya saya di pusat ya, saya berpikir bagaimana saya atasi ini, membantu saudara di lapangan. Tetapi sementara nasib 280 juta rakyat Indonesia tetap harus kita urus secara nasional,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Rekomendasi
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Berita Terkini
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Infografis
8 Dubes Baru Dilantik...
8 Dubes Baru Dilantik Presiden Prabowo Subianto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved