Tinjau Penyaluran BLTS Kesra Hari Terakhir, Mensos: Kami Ingin Pastikan Tuntas

Kamis, 01 Januari 2026 - 11:42 WIB
loading...
Tinjau Penyaluran BLTS...
Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Plt Dirut Pos Indonesia, Haris menyapa warga penerima BLTS Kesra di Kantorpos Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025). Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Kantorpos Cikini, Jakarta Pusat di hari terakhir penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra), Rabu (31/12/2025). Ia datang untuk memastikan sendiri proses penyaluran berjalan sebagaimana mestinya.

Gus Ipul berdialog dengan petugas, berbincang dengan keluarga penerima manfaat (KPM), dan menegaskan satu hal bahwa data adalah fondasi keadilan bantuan sosial. Pemerintah, katanya, menargetkan bantuan tepat sasaran melalui pemutakhiran data berkelanjutan, melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, hingga partisipasi publik melalui aplikasi Cek Bansos, call center 24 jam, dan kanal aduan lain yang terus diperluas.

“Hari ini adalah hari terakhir waktu yang diberikan kepada PT Pos Indonesia untuk menyalurkan BLTS Kesra. Kami ingin memastikan proses ini betul-betul tuntas, tidak ada yang tertinggal, dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya di sela dialog dengan petugas dan KPM. Baca juga: Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Jadi Harapan Warga di Akhir Tahun 2025

Dalam paparannya, Mensos menyebut BLTS Kesra telah menjangkau sekira 33 juta-35 juta KPM secara nasional, dengan skema penyaluran melalui Himbara dan PT Pos Indonesia (Persero). Sekira 18 juta KPM disalurkan melalui PT Pos Indonesia, sisanya lewat perbankan. Anggaran pun meningkat signifikan, dari kisaran Rp74 triliun menjadi lebih dari Rp110 triliun, seiring perluasan cakupan dan upaya menjaga daya beli masyarakat.

“Yang melalui PT Pos Indonesia sekitar 18 juta KPM, sementara sekitar 11 juta KPM disalurkan melalui Himbara. Ini kerja besar, dan hari ini PT Pos masih terus bekerja sampai malam, sampai pukul 00.00 WIB,” ujarnya.

Di Jakarta penyaluran melalui PT Pos Indonesia mencakup sekitar 71.000 KPM, dari total sekitar 500.000 KPM. Angka-angka itu menunjukkan satu hal bahwa tanpa sistem yang rapi dan petugas lapangan yang kuat, program sebesar ini mustahil diselesaikan tepat waktu.

Lebih dari sekadar memastikan uang berpindah tangan, Saifullah Yusuf menekankan bahwa inti dari BLTS Kesra adalah pembenahan data sosial. Pemerintah, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, menempatkan akurasi data sebagai fondasi utama kebijakan bantuan sosial.

“Selama satu tahun terakhir, pemerintah berusaha menghadirkan data yang makin akurat. BPS diberi tugas untuk melakukan pengukuran, verifikasi, dan validasi. Sementara Kementerian Sosial membantu pemutakhiran data itu bersama pemerintah daerah,” tuturnya.

Di sisi operasional, Pos Indonesia memegang mandat besar. Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, menegaskan pihaknya bekerja hingga pukul 00.00 di hari terakhir penyaluran.

Loket ditambah, jam layanan diperpanjang, dan petugas digerakkan agar tidak ada KPM yang tertinggal. “Kami tidak hanya membayarkan di kantorpos, tetapi juga di komunitas, desa, kelurahan, sekolah, bahkan door to door bagi lansia, warga sakit, dan penyandang disabilitas,” katanya.

Bagi Haris, hari terakhir penyaluran BLTS Kesra bukan sekadar penanda akhir jadwal, melainkan ujian komitmen. Di hadapan Mensos dan media, ia menegaskan seluruh jajaran Pos Indonesia bergerak tanpa jeda, hingga batas waktu penyaluran benar-benar ditutup.

“Pos Indonesia mendapatkan alokasi sekitar 18 juta KPM. Dan sampai hari ini, teman-teman kami di seluruh Indonesia terus bergerak. Kami tidak berhenti hanya karena hari ini adalah hari terakhir, justru kami memastikan ini tuntas sampai pukul 00.00 nanti malam,” ujarnya. Baca juga: Korban Banjir Sumatera Dapat Bantuan Rp3 Juta untuk Beli Perabotan Rumah

Dalam wawancaranya, Haris memberi perhatian khusus pada wilayah terdampak bencana bencana yakni, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang menjadi tantangan tersendiri bagi distribusi bantuan tunai. Akses jalan terbatas, listrik belum sepenuhnya pulih, dan sebagian kantorpos tak dapat beroperasi normal.

Pos Indonesia merespons dengan pembayaran manual dan penugasan petugas ke lapangan. Hingga saat kunjungan, penyaluran di wilayah bencana telah melampaui 80-89%, dan terus dikejar hingga tuntas.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mensos Gelar Open House...
Mensos Gelar Open House Sekolah Rakyat Jelang 1 Tahun Beroperasi
Dadan Hindayana Dicopot...
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Gus Ipul: Saya Sepenuhnya Ikut Apa yang Jadi Keputusan Presiden
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
Gus Ipul Ungkap Calon...
Gus Ipul Ungkap Calon Kuat Ketum PBNU: Nasaruddin Umar dan Gus Yahya
Respons Salam dari Gus...
Respons Salam dari Gus Yaqut, Gus Ipul: Terima Kasih Salamnya
Prabowo Dijadwalkan...
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Bogor
Indodax Distribusikan...
Indodax Distribusikan Hewan Kurban ke Lima Titik Wilayah di Aceh
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Rekomendasi
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Berita Terkini
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
KPK Tahan Wamen Imipas...
KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Eks Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Kenakan Rompi Oranye dan Diborgol
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved