BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Akhir dan Awal Tahun
Selasa, 30 Desember 2025 - 10:14 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan dini berupa gelombang tinggi yang mencapai 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengeluarkan peringatan dini berupa gelombang tinggi yang mencapai 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 30 Desember 2025 - 3 Januari 2026
Gelombang tinggi lantaran adanya Siklon Tropis TC Hayley (15.2°LS, 119.5°BT) di Samudera Hindia selatan Pulau Sumba dan Bibit Siklon 90S (8.0°LS, 101.5°BT) di Daratan Australia bagian utara memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara hingga Timur dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Selatan NTT dan Laut Arafuru bagian Timur.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Aceh Hujan Sangat Lebat pada 31 Desember 2025
"Untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 2,5 – 4,0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Banten, Samudera Hindia barat Lampung, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, dan Samudera Hindia selatan Jawa Barat," sebagaimana keterangan BMKG dalam laman resminya yang dilihat Selasa (30/12/2025).
Sedangkan di perairan Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Samudera Hindia barat Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Bengkulu, Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudera Hindia selatan Jawa Timur, Samudera Hindia selatan NTB, Samudera Hindia selatan NTT, Laut Natuna Utara, Samudera Hindia selatan Bali, Selat Karimata bagian utara.
Baca juga: 36 Kombes Polisi Dimutasi Kapolri Jelang Akhir 2025, Ini Nama-namanya
Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat, Samudera Pasifik utara Maluku, Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudera Pasifik utara Papua Barat, Samudera Pasifik utara Papua, Laut Maluku, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah, dan Laut Arafuru bagian timur berpotensi terjadi peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter.
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, masyarakat diimbau selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m).
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada."
Gelombang tinggi lantaran adanya Siklon Tropis TC Hayley (15.2°LS, 119.5°BT) di Samudera Hindia selatan Pulau Sumba dan Bibit Siklon 90S (8.0°LS, 101.5°BT) di Daratan Australia bagian utara memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara hingga Timur dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Selatan NTT dan Laut Arafuru bagian Timur.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Aceh Hujan Sangat Lebat pada 31 Desember 2025
"Untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 2,5 – 4,0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Banten, Samudera Hindia barat Lampung, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, dan Samudera Hindia selatan Jawa Barat," sebagaimana keterangan BMKG dalam laman resminya yang dilihat Selasa (30/12/2025).
Sedangkan di perairan Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Samudera Hindia barat Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Bengkulu, Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudera Hindia selatan Jawa Timur, Samudera Hindia selatan NTB, Samudera Hindia selatan NTT, Laut Natuna Utara, Samudera Hindia selatan Bali, Selat Karimata bagian utara.
Baca juga: 36 Kombes Polisi Dimutasi Kapolri Jelang Akhir 2025, Ini Nama-namanya
Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat, Samudera Pasifik utara Maluku, Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudera Pasifik utara Papua Barat, Samudera Pasifik utara Papua, Laut Maluku, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah, dan Laut Arafuru bagian timur berpotensi terjadi peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter.
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, masyarakat diimbau selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m).
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada."
(cip)
Lihat Juga :