Batas Akhir Pencairan BLT Kesra 31 Desember, Kemensos Imbau Penerima Segera Ambil Dana
Senin, 29 Desember 2025 - 13:24 WIB
loading...
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengimbau masyarakat untuk segera mencairkan BLT Kesra. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Sosial ( Kemensos ) mengimbau seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk segera mencairkan dana Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra). Sebab batas waktu pencairan berakhir pada 31 Desember 2025.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, langkah ini guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari dana kembali ke kas negara. BLT Kesra merupakan instrumen strategis perlindungan sosial pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan menjelang pergantian tahun.
“Pada penyaluran tahap akhir ini, penerima manfaat berhak mendapatkan dana rapel dengan nilai mencapai Rp900.000,” katanya saat meninjau proses penyaluran di Kantor Pos Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Baca juga: Kolaborasi Kantorpos dan Kelurahan, Penyaluran BLT Kesra di Tangsel Tertib dan Efektif
Sesuai dengan ketentuan penyaluran bantuan sosial tahun anggaran 2025, kata Gus Ipul, dana yang tidak ditarik melampaui tenggat waktu yang ditentukan akan mengalami prosedur berikut
“Status bantuan akan ditutup secara otomatis oleh sistem. Dana bantuan akan ditarik kembali dan dikembalikan ke kas negara. KPM berisiko kehilangan hak akses bantuan pada periode berjalan,” ucapnya.
Penyaluran dilakukan melalui dua jalur utama, yakni Bank Himbara (untuk pemilik rekening) dan PT Pos Indonesia untuk wilayah tertentu atau penerima non-rekening. Saat melakukan pencairan, penerima wajib membawa dokumen asli berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Baca juga: 15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan pada Desember 2025, Ini Namanya
Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan akurasi data penerima. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), dari target 35 juta jiwa, sebanyak 28 juta orang dinyatakan layak sebagai penerima.
"Kami ingin memastikan penyaluran bansos Rp900 ribu ini tepat sasaran. Saat ini kami bersama Dirut PT Pos meninjau langsung penyaluran di lapangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan haknya tepat waktu," ujar Gus Ipul.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu. Adapun website tersebut yakni, https://cekbansos.kemensos.go.id/ dengan memasukkan data wilayah dan nama sesuai KTP.
Atau menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos yang dapat diunduh di Google Play Store atau App Store. Atau Melalui pengumuman resmi di tingkat RT/RW, kelurahan, atau surat undangan dari PT Pos Indonesia.
”Pemerintah berharap dengan nominal bantuan yang signifikan ini, kebutuhan pokok keluarga dapat terpenuhi dengan baik di akhir tahun. Segera lakukan pengecekan dan pencairan sebelum operasional perbankan dan kantor pos ditutup pada akhir tahun,” katanya.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, langkah ini guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari dana kembali ke kas negara. BLT Kesra merupakan instrumen strategis perlindungan sosial pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan menjelang pergantian tahun.
“Pada penyaluran tahap akhir ini, penerima manfaat berhak mendapatkan dana rapel dengan nilai mencapai Rp900.000,” katanya saat meninjau proses penyaluran di Kantor Pos Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Baca juga: Kolaborasi Kantorpos dan Kelurahan, Penyaluran BLT Kesra di Tangsel Tertib dan Efektif
Sesuai dengan ketentuan penyaluran bantuan sosial tahun anggaran 2025, kata Gus Ipul, dana yang tidak ditarik melampaui tenggat waktu yang ditentukan akan mengalami prosedur berikut
“Status bantuan akan ditutup secara otomatis oleh sistem. Dana bantuan akan ditarik kembali dan dikembalikan ke kas negara. KPM berisiko kehilangan hak akses bantuan pada periode berjalan,” ucapnya.
Penyaluran dilakukan melalui dua jalur utama, yakni Bank Himbara (untuk pemilik rekening) dan PT Pos Indonesia untuk wilayah tertentu atau penerima non-rekening. Saat melakukan pencairan, penerima wajib membawa dokumen asli berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Baca juga: 15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan pada Desember 2025, Ini Namanya
Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan akurasi data penerima. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), dari target 35 juta jiwa, sebanyak 28 juta orang dinyatakan layak sebagai penerima.
"Kami ingin memastikan penyaluran bansos Rp900 ribu ini tepat sasaran. Saat ini kami bersama Dirut PT Pos meninjau langsung penyaluran di lapangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan haknya tepat waktu," ujar Gus Ipul.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu. Adapun website tersebut yakni, https://cekbansos.kemensos.go.id/ dengan memasukkan data wilayah dan nama sesuai KTP.
Atau menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos yang dapat diunduh di Google Play Store atau App Store. Atau Melalui pengumuman resmi di tingkat RT/RW, kelurahan, atau surat undangan dari PT Pos Indonesia.
”Pemerintah berharap dengan nominal bantuan yang signifikan ini, kebutuhan pokok keluarga dapat terpenuhi dengan baik di akhir tahun. Segera lakukan pengecekan dan pencairan sebelum operasional perbankan dan kantor pos ditutup pada akhir tahun,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :